Media Kampung – Posisi Michael Carrick di Manchester United semakin terpojok setelah kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions. Hasil itu memperpanjang catatan buruk Setan Merah yang kini sudah tujuh laga beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Kekalahan di Italia tersebut menjadi catatan terkelam United sejak mereka mengalami delapan laga tanpa kemenangan pada akhir 2015. Tekanan publik dan internal klub pun disebut semakin mengarah kepada Carrick.

Usai pertandingan, Carrick tak menutupi kekecewaannya atas penampilan tim yang dinilainya tidak dapat diterima. Ia hanya melontarkan reaksi singkat, “Saya benar-benar marah,” kata Carrick.

Di tengah situasi itu, pimpinan Manchester United dilaporkan kembali memantau nama Julian Nagelsmann. Pelatih asal Jerman tersebut sebelumnya sudah banyak digemari di internal Old Trafford sebelum Carrick diangkat secara permanen.

Nagelsmann kini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan timnas Jerman usai hasil mengecewakan di Piala Dunia. Rekam jejaknya bersama Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern Munchen membuatnya dipandang sebagai opsi yang menarik dan realistis bagi manajemen United.

Situasi ini kontras dengan kondisi pada Mei lalu, saat United memperpanjang kontrak Carrick hingga 2028. Kala itu, Carrick membawa tim finis di zona Liga Champions lewat catatan 11 kemenangan dari 16 laga awal.

Frustrasi akibat hasil buruk juga mulai terlihat di ruang ganti. Kapten tim Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan pendekatan taktik tim dan meminta rekan-rekannya tampil lebih berani saat melakukan pressing.

Selain Nagelsmann, manajemen Manchester United juga memantau beberapa nama lain seperti Fabian Hurzeler, Antonio Conte, dan Eddie Howe. Laga kandang berikutnya melawan Bournemouth diprediksi menjadi ujian penghabisan bagi nasib Carrick di Old Trafford.