Media Kampung, Stadion HNK Rijeka – Tim nasional Inggris meluluhlantakkan pertahanan Kroasia dengan skor telak tujuh gol tanpa balas dalam pertandingan UEFA Nations League malam tadi. Kemenangan luar biasa ini menjadi momentum penting bagi anak asuh Thomas Tuchel untuk melupakan kepedihan mendalam akibat kegagalan pada Piala Dunia lalu.
Pasukan Tiga Singa tampil sangat dominan sepanjang pertandingan melalui skema permainan yang agresif dan taktis sejak peluit pertama dibunyikan. Hasil bersejarah ini sekaligus menegaskan arah baru yang ingin dibangun sang pelatih menjelang turnamen Piala Eropa mendatang.
Kebangkitan Tiga Singa dari Luka Piala Dunia
Pelatih Thomas Tuchel mengakui bahwa rasa kecewa akibat kegagalan di turnamen sebelumnya masih menyisakan bekas luka yang sangat mendalam bagi seluruh anggota tim. Namun, kemenangan besar ini membuktikan bahwa para pemain mampu menyalurkan rasa sakit tersebut menjadi energi positif di atas lapangan hijau. “Ini adalah satu-satunya cara untuk melangkah maju meskipun Anda masih merasakan sakit hati,” ujar Tuchel saat menjelaskan proses kebangkitan mental pasukannya setelah melewati masa-masa sulit pasca-turnamen besar.
Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menegaskan bahwa para pemain telah sepenuhnya menerima perubahan taktis yang ia terapkan dalam tiga pertandingan terakhir. Penampilan dominan di Rijeka ini dinilai sebagai performa paling lengkap dan memuaskan sejak sang manajer mengambil alih kursi kepemimpinan. Inggris mencatatkan penguasaan bola hingga 64 persen serta menciptakan banyak peluang emas melalui skema permainan yang teratur.
Dominasi Pemain Muda dan Rekor Gemilang Bellingham
Harry Kane, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka tampil sangat mematikan dengan mencetak gol bergantian pada babak pertama yang berakhir dengan skor empat kosong. Paruh pertama laga tersebut menyajikan salah satu performa menyerang terbaik yang pernah ditunjukkan oleh lini depan armada Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Gelandang andalan Real Madrid, Jude Bellingham, menjadi bintang lapangan dengan menyumbang tiga umpan matang serta terlibat langsung dalam empat gol timnya sepanjang laga. Catatan impresif ini menyamai pencapaian legendaris David Platt pada tahun sembilan belas sembilan puluh tiga silam sebagai gelandang Inggris dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu laga. “Saat ini dia seolah telah naik ke level berikutnya dan Anda memang harus selalu menuntut hal tersebut di sepak bola,” tutur Tuchel saat memuji kontribusi luar biasa dari pemain muda berbakatnya itu. Mantan pelatih Chelsea tersebut percaya bahwa Bellingham memiliki mentalitas kepemimpinan untuk menjadi pilar utama masa depan tim nasional.
Mimpi Buruk Sejarah bagi Kroasia di Rumah Sendiri
Pertandingan yang digelar tanpa penonton umum akibat sanksi disiplin ini justru dihadiri sekitar enam ribu anak-anak sekolah lokal yang menyaksikan tim kebanggaan mereka hancur lebur. Kroasia harus menerima kenyataan pahit bahwa hasil ini menjadi salah satu kekalahan terburuk mereka di kandang sendiri.














