Media Kampung – Manchester United menambah utangnya dengan menarik pinjaman baru sebesar 90 juta poundsterling sejak 30 Juni 2026, sehingga total utang klub kini mencapai sekitar 1,15 miliar poundsterling atau sekitar Rp27,2 triliun. Informasi ini terungkap dalam laporan keuangan resmi yang disampaikan klub kepada Bursa Efek New York (NYSE).
Penambahan Pinjaman dan Utang Klub
Dalam tiga kali penarikan dana dari fasilitas kredit bergulir pada 29 Juli, 31 Juli, dan 28 Agustus, Manchester United meminjam total 120 juta pounds. Klub kemudian membayar kembali 30 juta pounds pada 21 September, sehingga pinjaman bersih yang ditambahkan sejak akhir Juni mencapai 90 juta pounds. Secara keseluruhan, utang klub terdiri dari utang lama sebesar 578 juta pounds, sisa utang fasilitas kredit bergulir sebesar 200 juta pounds, dan kewajiban pembayaran transfer pemain sebesar 375 juta pounds.
Pengeluaran Besar untuk Pemain Baru
Selama bursa transfer musim panas 2026, Manchester United menghabiskan 191,7 juta pounds untuk mendatangkan tiga pemain baru, yaitu Andrey Santos dari Chelsea, Youri Tielemans dari Aston Villa, dan Carlos Baleba dari Brighton. Nilai transfer ketiga pemain tersebut secara resmi diumumkan mencapai 153 juta pounds, namun terdapat selisih antara angka tersebut dengan total pengeluaran yang dilaporkan klub. Klub belum memberikan penjelasan rinci mengenai penggunaan sisa dana tersebut.
Konteks Keuangan Klub
Penambahan utang ini terjadi di tengah upaya efisiensi yang dijalankan sejak Sir Jim Ratcliffe menjadi pemilik minoritas Manchester United pada 2024. Meskipun berbagai langkah penghematan telah diambil, beban finansial klub tetap tinggi, menimbulkan perhatian terkait stabilitas keuangan jangka panjang.
Dampak dan Perkembangan
Beban utang yang besar dapat mempengaruhi strategi pengelolaan klub, termasuk kebijakan transfer dan investasi lainnya. Manchester United juga tengah berencana mengembangkan stadion baru dengan kapasitas 100 ribu penonton yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp47,4 triliun, yang akan menjadi tantangan finansial tambahan.
Situasi ini menjadi sorotan bagi penggemar dan pengamat sepak bola, mengingat reputasi dan ambisi besar klub di kancah sepak bola internasional.















Tinggalkan Balasan