Media Kampung

Jose Mourinho mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap keputusan perangkat pertandingan setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam laga Derby Madrid yang berlangsung di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9) WIB. Kekalahan ini memicu kritik keras dari sang pelatih terhadap wasit dan VAR yang dinilai tidak adil.

Keputusan Kontroversial dalam Derby Madrid

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, Real Madrid bermain imbang 0-0 hingga babak pertama berakhir. Situasi berubah drastis pada awal babak kedua ketika pemain Real Madrid, Dean Huijsen, mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Giuliano Simeone. Keputusan itu memicu penalti yang berhasil dikonversi oleh Alejandro Grimaldo menjadi gol pada menit ke-53.

Baca juga:

Tak lama berselang, Atletico menggandakan keunggulan melalui gol Jonathan David pada menit ke-59. Meskipun Antonio Rudiger memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89, Real Madrid gagal menyamakan skor hingga peluit akhir berbunyi.

Kritik Tajam Mourinho terhadap Wasit dan VAR

Usai pertandingan, Mourinho mempertanyakan proses penunjukan wasit Miguel Aacutengel Ortiz Arias, yang menurutnya sudah diketahui jauh sebelum pertandingan berlangsung. Mourinho menilai pengalaman wasit berusia 41 tahun itu masih minim, karena belum pernah memimpin pertandingan internasional sebelumnya.

Selain itu, Mourinho juga menyoroti kinerja wasit VAR Daniel Jeses Trujillo Suarez yang dianggap memiliki rekam jejak buruk dalam pertandingan yang melibatkan Real Madrid. Mourinho mengungkapkan keheranannya atas keputusan untuk menurunkan wasit muda tanpa pengalaman internasional di laga penting seperti Derby Madrid.

Baca juga:

“Semuanya terasa sangat aneh,” ujar Mourinho dalam konferensi pers. “Mereka sudah tahu wasitnya seminggu sebelumnya, tapi memilih wasit yang belum berpengalaman dan wasit VAR dengan catatan buruk pada pertandingan kami.”

Dampak Kekalahan bagi Posisi Klasemen

Kekalahan ini membuat Real Madrid tertahan di perolehan 15 poin di klasemen LaLiga musim 2026/2027. Sementara itu, Atletico Madrid naik ke posisi kedua dengan 16 poin, masih berada di bawah Barcelona yang memimpin klasemen dengan 21 poin. Hasil ini menambah tekanan bagi Real Madrid untuk segera bangkit di pertandingan selanjutnya.

Konsekuensi dan Harapan ke Depan

Kritik Mourinho membuka diskusi mengenai kualitas kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi VAR di LaLiga, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial. Pengawasan yang lebih ketat dan peningkatan standar wasit bisa menjadi langkah penting agar pertandingan berjalan adil dan sportif.

Baca juga:

Bagi Real Madrid, fokus kini adalah memperbaiki performa tim dan mengatasi kendala yang dihadapi agar dapat bersaing kembali di papan atas klasemen. Sementara itu, para suporter dan pengamat sepak bola akan terus mengikuti perkembangan selanjutnya dengan antusiasme tinggi.