Media Kampung – Bek timnas Ekuador, Piero Hincapié, menjadi pemain kedua yang dikeluarkan dari lapangan pada Piala Dunia 2026 akibat melanggar aturan baru FIFA tentang menutup mulut saat beradu argumen dengan lawan. Insiden terjadi pada menit ke-95 laga babak 32 besar melawan Meksiko, yang berakhir dengan kekalahan Ekuador 0-2.
Hincapié mendapat kartu merah langsung setelah terlibat pertukaran kata dengan penyerang Meksiko, Santi Giménez. Wasit menilai ia sengaja menutup mulutnya dengan tangan saat berbicara, yang dilarang karena dianggap dapat menyembunyikan ucapan bernada diskriminatif atau ofensif. Aturan ini, yang dijuluki “Undang-Undang Prestianni”, mulai diterapkan pada turnamen tahun ini setelah adanya kontroversi di sepak bola internasional sebelumnya.
Sebelum Hincapié, pemain Paraguay Miguel Almirón juga mendapat kartu merah karena pelanggaran serupa pada laga grup melawan Turki. FIFA menegaskan bahwa aturan ini bertujuan untuk menjaga sportivitas dan mencegah ujaran kebencian di atas lapangan.
Kartu merah Hincapié tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan karena diberikan saat injury time. Namun, ia akan menjalani skorsing otomatis untuk laga internasional berikutnya bersama Ekuador.
Pelatih Ekuador belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, Meksiko melaju ke babak 16 besar setelah kemenangan tersebut, mengulang kenangan manis Piala Dunia 1986 saat mereka menjadi tuan rumah.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan