Media Kampung – Tottenham Hotspur hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Leeds United dalam laga pekan ke-36 Liga Inggris 2025/2026 di Tottenham Hotspur Stadium pada Selasa dini hari WIB. Hasil ini membuat posisi Spurs masih belum aman dari ancaman degradasi, meski pesaing terdekat mereka, West Ham, sebelumnya tumbang dari Arsenal. Pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya yang gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak dari zona merah.

Sejak peluit awal, Spurs tampil di bawah tekanan. Di babak pertama, tim tuan rumah terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan kerap melakukan kesalahan mendasar. Mathys Tel sempat membawa Spurs unggul lewat gol spektakuler, namun keunggulan tersebut sirna setelah pemain yang sama melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-74. Wasit menunjuk titik putih dan Leeds berhasil menyamakan skor lewat eksekusi penalti Dominic Calvert-Lewin, membuat suasana stadion penuh ketegangan.

Roberto De Zerbi yang baru beberapa pekan menjabat sebagai pelatih Spurs terlihat frustrasi di pinggir lapangan. Ia bahkan sempat menutupi wajah dengan tudung hitamnya, menandakan betapa berat tekanan yang dialami baik oleh dirinya maupun skuadnya. “Kami tidak bermain hebat, tetapi sebenarnya kami bermain bagus. Saya pikir kami pantas menang, tapi mungkin tekanan pertandingan krusial di bagian akhir musim membuat kami menderita,” ujar De Zerbi dalam wawancara dengan BBC.

Situasi semakin sulit karena Spurs gagal memanfaatkan kekalahan West Ham dari Arsenal. Seandainya menang, Spurs bisa menjauh empat poin dari West Ham dan memperbesar peluang bertahan di Premier League. Namun hasil imbang ini membuat nasib mereka tetap berada di ujung tanduk, dengan dua laga tersisa yang akan menentukan segalanya.

Sepanjang laga, Spurs sempat memiliki peluang emas untuk memastikan kemenangan. Richarlison, yang mendapat kesempatan di babak kedua, gagal memaksimalkan peluang emas di depan gawang. Bola hasil tendangannya melambung jauh di atas mistar, membuat suporter dan staf pelatih hanya bisa menggelengkan kepala. Ketidakmampuan memanfaatkan momen krusial ini menjadi sorotan utama setelah pertandingan usai.

De Zerbi menekankan pentingnya mentalitas dan pengalaman dalam menghadapi tekanan di akhir musim. Ia mengakui bahwa tekanan degradasi bisa memengaruhi performa para pemain, terutama dalam situasi seperti saat ini. “Kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Jika ingin menang, kami harus menguranginya. Kami tahu pertandingan akan sangat sulit hingga pekan terakhir,” jelas pelatih asal Italia tersebut.

Selain menyoroti performa tim sendiri, De Zerbi juga mengapresiasi semangat bertanding Leeds United yang tampil konsisten sepanjang laga. Ia berharap Leeds menunjukkan performa serupa saat bertemu West Ham pada laga terakhir musim ini. “Selamat kepada Leeds. Mereka bermain bagus. Mereka masih harus melawan West Ham dan saya yakin mereka akan bermain dengan cara yang sama,” kata De Zerbi.

Premier League musim ini hanya menyisakan dua pekan. Dengan hasil imbang ini, Tottenham Hotspur masih harus berjuang keras di dua pertandingan sisa untuk menghindari tragedi degradasi yang terakhir kali mereka alami pada 1977. Semua mata kini tertuju pada laga-laga penentuan yang akan menjadi ujian terbesar bagi De Zerbi dan skuad Spurs di penghujung musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.