Media Kampung – Jay Idzes, bek andalan Sassuolo sekaligus kapten Timnas Indonesia, mengalami cedera tumit saat timnya menumbangkan AC Milan 2-0 pada Minggu 3 Mei 2026 di Mapei Stadium. Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menyatakan harapan agar cedera tersebut tidak terlalu serius.
Pertandingan pekan ke-35 Serie A tersebut dimulai dengan serangan cepat Sassuolo. Domenico Berardi membuka skor pada menit kelima, sementara Armand Lauriente menambah keunggulan pada menit ke-47, memastikan kemenangan 2-0 bagi tim I Neroverdi. Jay Idzes bermain selama 40 menit sebelum harus diganti karena cedera.
Menurut data Fotmob, Idzes melakukan tiga tekel, tiga kali sapuan, dan mencatat akurasi passing 100% dari 14 sentuhan bola. Rating individu yang diberikan mencapai 6,4, menandakan penampilan yang solid meski singkat. Setelah cedera, ia digantikan oleh Woyo Coulibaly, sementara tim tetap mempertahankan keunggulan.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Fabio Grosso menjelaskan kondisi Idzes. “Dia terjatuh cukup parah saat melompat, ada masalah pada tumitnya, lalu dia meminta untuk diganti. Saya harap tidak ada yang serius,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tim medis akan memantau perkembangan cedera dalam beberapa jam ke depan.
Jay Idzes, yang berusia 25 tahun, telah menjadi figur penting bagi Sassuolo sejak bergabung dari Venezia pada musim panas 2025. Musim ini ia mencatat 34 penampilan sebagai starter dan berkontribusi pada delapan clean sheet tim. Keberadaannya di lini belakang menjadi faktor utama kestabilan pertahanan Sassuolo.
Sejak awal musim, Sassuolo berada di papan tengah klasemen Serie A, menempati posisi kesembilan dengan 49 poin, mengungguli Lazio. Kemenangan melawan AC Milan memperkuat posisi mereka dan menambah motivasi menjelang laga penutup melawan Torino pada 9 Mei 2026.
Sumber resmi Sassuolo News dan laporan lapangan mengonfirmasi bahwa cedera Idzes bersifat non‑kritis, namun tetap memerlukan evaluasi medis lanjutan. Jika kondisi memungkinkan, Idzes diharapkan kembali berlatih dalam minggu ini untuk membantu tim menyelesaikan sisa pertandingan musim ini.
Performa Idzes di Serie A juga mendapat pujian dari media Italia. Beberapa outlet menyoroti ketangguhan pertahanan yang ditunjukkan dalam duel melawan serangan tajam pemain AC Milan seperti Rafael Leão dan Christopher Nkunku. Meskipun harus meninggalkan lapangan lebih awal, kontribusinya dalam menjaga lini pertahanan tetap kuat tidak dapat dipungkiri.
Ke depan, Sassuolo menargetkan kemenangan beruntun hingga akhir musim untuk mengamankan tempat di Serie A musim berikutnya. Fokus utama pelatih Grosso tetap pada persiapan taktik melawan Torino, sambil terus memantau kondisi fisik Idzes.
Dengan dukungan tim medis, pelatih, dan rekan setim, harapan besar tetap pada pemulihan cepat Idzes agar dapat kembali beraksi di laga berikutnya. Kondisi terbaru akan diumumkan oleh klub dalam beberapa jam ke depan setelah pemeriksaan lanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan