Media Kampung – Inter Milan Scudetto 2025/2026 resmi diraih pada Senin 4 Mei 2026 setelah mengalahkan Parma 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, menandai gelar Serie A ke-21 bagi klub Nerazzurri.
Pertandingan berlangsung dalam keheningan dini hari WIB, di mana Marcus Thuram membuka skor pada akhir babak pertama, sementara Henrikh Mkhitaryan menambah lewat umpan Lautaro Martínez pada menit ke-80. Kemenangan itu mengantarkan Inter ke 82 poin, selisih 12 poin dari rival terdekat Napoli yang hanya mengumpulkan 70 poin dengan tiga laga tersisa.
Setelah laga usai, pelatih Cristian Chivu menegaskan, “Pendahulu saya sudah melakukan pekerjaan yang baik sekali,” sambil menambahkan, “Mereka membuat pemain memiliki pengetahuan terhadap pertandingan. Sebagai pelatih, saya jadi lebih mudah beradaptasi pada setiap laga.”
Presiden Inter Giuseppe Marotta juga menyampaikan kebanggaannya, menyebut trofi juara Liga Italia sebagai impian masa kecilnya. Ia menyoroti peran pendahulu klub seperti Massimo Moratti, Giacinto Facchetti, dan Ivanoe Fraizzoli, serta menegaskan keputusan merekrut Chivu sebagai langkah tepat karena keberanian yang ditunjukkannya.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Inter dengan penguasaan bola 59 persen, lima tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan, sementara Parma hanya mampu menembak empat kali tanpa hasil. Konsistensi tersebut tercermin sepanjang musim, di mana Inter hanya mengalami dua kekalahan dan mencatatkan seratus poin pada puncak klasemen.
Dengan gelar ke-21, Inter kini berada di posisi kedua dalam daftar klub dengan paling banyak gelar Serie A, setelah Juventus yang memegang rekor 36 kali. AC Milan menempati urutan ketiga dengan 19 gelar, sementara Roma dan Fiorentina masing-masing memiliki tiga gelar. Pencapaian Inter menegaskan kembali dominasi klub dalam sejarah sepak bola Italia.
Ini merupakan scudetto ketiga Inter dalam enam musim terakhir, setelah meraih gelar pada musim 2020/21 bersama Antonio Conte dan pada musim 2023/24 di bawah asuhan Simone Inzaghi. Keberhasilan tersebut menambah catatan impresif klub yang pernah menjadi kekuatan utama sejak era 1960-an.
Chivu mencatat, ia menjadi pelatih kelima yang berhasil membawa Inter menjuarai Serie A pada debutnya, menyamai catatan legendaris Arpad Weisz, Alfredo Sonni, Giovanni Invernizzi, dan Jose Mourinho. Keberhasilan tersebut menambah nilai historis bagi kariernya di Italia.
Sisa tiga pertandingan Serie A masih akan dilangsungkan, namun jarak poin yang cukup besar membuat gelar Scudetto sudah tidak dapat diganggu gugat. Para pemain dan staf merayakan pencapaian ini dengan sesi foto bersama trofi di tengah sorakan suporter yang memenuhi tribun Stadion Meazza.
Ke depan, Inter menatap kompetisi Eropa dengan keyakinan, mengandalkan skuad yang terbukti konsisten dan semangat juara. Dengan kepemimpinan Chivu serta dukungan manajemen, klub berharap dapat menambah koleksi trofi internasional dan memperkuat posisi sebagai salah satu klub elit Eropa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan