Media KampungAS Roma mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Claudio Ranieri dan Ricky Massara setelah terjadinya konflik internal AS Roma yang memuncak, menegaskan bahwa klub akan melanjutkan proyek bersama Gian Piero Gasperini.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan pada Jumat, 24 April 2026 melalui kanal resmi klub, menyebutkan rasa terima kasih atas kontribusi Ranieri selama masa pengawasannya dan menegaskan keputusan akhir.

Claudio Ranieri, yang berusia 74 tahun, sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala Roma hingga akhir musim lalu, kemudian diangkat menjadi penasihat khusus setelah kegagalan tim lolos Liga Champions dengan selisih satu poin.

Ketegangan muncul ketika Gasperini mengkritik kebijakan transfer klub serta penanganan cedera pemain, menuduh kurangnya koordinasi antara manajemen dan tim teknis, yang kemudian menimbulkan perselisihan terbuka dengan Ranieri.

Dalam sebuah pernyataan publik, Gasperini menyoroti keputusan transfer yang tidak sesuai dengan rencana jangka panjang, menyebut bahwa “strategi yang diambil tidak mencerminkan visi kami untuk kompetisi Serie A dan Eropa”.

Menanggapi kritik tersebut, Ranieri membalas dengan menegaskan bahwa semua keputusan perekrutan telah mendapat persetujuannya dan menuduh Gasperini menyebarkan informasi yang menyesatkan kepada media.

Manajemen Roma, melalui pernyataan tertulis, menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dengan Ranieri diambil demi menjaga stabilitas tim dan menegakkan visi Gasperini yang dianggap lebih selaras dengan tujuan klub.

Ricky Massara, Direktur Olahraga Roma, juga dilaporkan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan setelah hubungannya dengan Gasperini memburuk, dengan rumor bahwa ia akan mengundurkan diri dalam waktu dekat.

Spekulasi muncul mengenai kemungkinan kembalinya legenda klub Francesco Totti ke Stadio Olimpico, setelah Gasperini menyatakan kesiapan bekerja sama dengan mantan kapten dalam peran non‑teknis.

Pada saat keputusan diambil, AS Roma menempati posisi keenam klasemen Serie A dengan lima pertandingan tersisa, terpaut lima poin dari Juventus yang menguasai zona Liga Champions.

Klub menegaskan bahwa fokus ke depan adalah memperkuat skuad melalui kebijakan transfer yang terarah, meningkatkan konsistensi performa, dan memastikan bahwa visi Gasperini dapat dijalankan tanpa gangguan internal.

Dengan langkah ini, Roma berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kohesif, mengoptimalkan potensi pemain, dan kembali bersaing di level tertinggi kompetisi domestik serta internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.