Media Kampung – Rendi Saepul mencetak debut golnya bersama Persijap Jepara pada laga tandang pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026, membantu Laskar Kalinyamat menjauhkan diri dari zona degradasi.

Pertandingan berlangsung pada Senin, 21 April 2026, di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Persijap Jepara berhasil mengalahkan tuan rumah Semen Padang FC dengan skor 2-0, di mana gol pertama Rendi muncul pada menit ke-38 setelah menerima umpan terstruktur dari Carlos Franca. Tendangan kaki kiri Rendi meluncur tepat ke sudut kanan gawang, memecah kebuntuan tim tamu.

Gol kedua dikerjakan oleh Carlos Franca melalui eksekusi penalti pada menit ke-45. Kedua gol tersebut tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Persijap, tetapi juga mengangkat posisi Laskar Kalinyamat dari peringkat ke-16 ke peringkat ke-13 dengan total 28 poin, menjauhkan mereka dari zona merah klasemen sementara.

Menurut pernyataan Rendi Saepul yang diambil dari portal Ileague.id, pemain berusia 21 tahun mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, bersyukur bisa dapat tiga poin dan cetak gol perdana saya di kasta tertinggi. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga dan masyarakat Jepara.” Ia menekankan pentingnya tetap fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Pelatih Persijap Jepara, Iker Guarrotxena, menilai penampilan tim secara positif. “Rendi menunjukkan ketajaman dan keberanian dalam mengambil peluang. Kami harus mempertahankan konsistensi ini untuk mengamankan posisi aman di tengah klasemen,” ujar Guarrotxena setelah pertandingan.

Semen Padang FC, yang kini berada di peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 28 pertandingan, mencatatkan tiga kekalahan beruntun dan total 18 kekalahan dalam kompetisi. Pelatih Imran Nahumarury mengaku kecewa, menyatakan bahwa strategi tim tidak berjalan sebagaimana direncanakan dan peluang serangan sangat terbatas.

Kondisi Semen Padang semakin memprihatinkan karena mereka masih berada di zona merah, hanya selisih dua poin dari zona kuning. Jika performa tidak meningkat dalam enam pertandingan tersisa, risiko degradasi akan semakin besar.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Persijap sebesar 58% dengan 12 tembakan, sedangkan Semen Padang mencatatkan 6 tembakan, hanya 2 di antaranya tepat sasaran. Kedua gol Persijap dicetak dalam babak pertama, sehingga tim tamu mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Keberhasilan Rendi Saepul menjadi sorotan media lokal dan nasional, mengingat ini adalah penampilan pertamanya di level tertinggi sepak bola Indonesia. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memacu semangat pemain muda lainnya di Persijap Jepara.

Dengan hasil ini, Laskar Kalinyamat kini memiliki jeda aman selama dua pekan sebelum pertandingan selanjutnya melawan Borneo FC. Persijap berencana memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat pertahanan dan menambah poin demi mengamankan posisi menengah atas klasemen.

Secara keseluruhan, debut gol Rendi Saepul tidak hanya menambah koleksi pribadi pemain muda tersebut, tetapi juga menjadi faktor kunci yang mengangkat Persijap Jepara keluar dari zona degradasi, memberikan harapan baru bagi suporter dan masyarakat Jepara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.