Media Kampung – Wolverhampton Wanderers resmi degradasi dari Premier League 2025/2026 setelah mengakhiri musim dengan 17 poin di dasar klasemen. Pengumuman resmi dibuat pada Selasa, 21 April 2026, setelah hasil West Ham United melawan Crystal Palace berakhir imbang 0-0.
Pertandingan terakhir Wolves melawan Leeds United berakhir dengan kekalahan 0-3, yang menegaskan posisi klub di urutan ke-20. Kekalahan tersebut menambah catatan 22 kekalahan dalam 33 laga kompetisi.
Dengan tiga kemenangan yang diraih hingga pekan ke-33, Wolves maksimal dapat mengumpulkan 32 poin jika memenangkan lima laga tersisa. Namun selisih poin dengan zona aman (33 poin) membuat mereka tidak mungkin melampaui batas penyelamatan.
West Ham United, tim yang menempati posisi ke-17, telah mengamankan 33 poin dan berada di luar zona degradasi. Karena selisih satu poin, Wolves tidak dapat mengejar West Ham bahkan dengan hasil kemenangan semua pertandingan mendatang.
Degradasi ini merupakan kali pertama Wolves turun ke Championship sejak musim 2017/2018, setelah promosi pada musim 2018/2019 dengan juara Liga 2. Selama delapan musim bertahan di kasta tertinggi, klub hanya pernah mencatat satu musim penuh di luar zona relegasi.
Statistik musim ini menunjukkan tiga kemenangan, delapan hasil imbang, dan dua puluh dua kekalahan. Poin yang terkumpul hanya 17 dari kemungkinan 99 poin, mencerminkan performa jauh di bawah ekspektasi.
Direktur Eksekutif sementara Wolverhampton, Nathan Shi, menyatakan, “Konfirmasi degradasi kami adalah momen sulit bagi semua pihak yang terkait dengan Wolves. Kami akan bekerja keras untuk membangun kembali klub dan mengembalikan kebanggaan bagi para pendukung.”
Pelatih kepala Rob Edwards menambahkan, “Kami menyadari apa yang perlu diperbaiki dan fokus kami kini pada perbaikan taktis serta mentalitas pemain. Misi kami selanjutnya adalah mempersiapkan tim untuk tantangan di Championship.”
Beberapa pemain kunci yang meninggalkan klub dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Diogo Jota, Raul Jimenez, Ruben Neves, Matheus Cunha, dan Rayan Ait‑Nouri, belum dapat digantikan secara memadai. Kekosongan tersebut berkontribusi pada penurunan kualitas skuad.
Para suporter Wolves tetap memberikan dukungan meski berada di zona terbawah, dan manajemen klub berjanji akan memperkuat skuad dengan rekrutmen strategis. Fokus utama adalah memulihkan kepercayaan pendukung dan memastikan stabilitas keuangan.
Tim lain yang berada di ambang degradasi, seperti Burnley dengan 20 poin, juga menghadapi risiko serupa. Jika Burnley gagal mengumpulkan poin tambahan, mereka dapat bergabung dengan Wolves di Championship.
Jadwal lima laga terakhir meliputi pertandingan melawan tim-tim kelas menengah yang juga berjuang menghindari turun. Meskipun peluang Wolves untuk kembali ke Premier League hampir nol, pertandingan tersebut tetap penting untuk menyiapkan tim menghadapi kompetisi berikutnya.
Dari sisi finansial, penurunan ke Championship diperkirakan mengurangi pendapatan hak siar televisi sebesar hampir 70 persen. Klub telah menyusun rencana penghematan biaya operasional dan menyiapkan strategi sponsor baru untuk menutupi kesenjangan anggaran.
Dengan kepastian degradasi, Wolverhampton Wanderers akan bersaing di EFL Championship pada musim 2026/2027, berupaya meraih kembali tiket ke Premier League dalam waktu singkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan