Media Kampung – 18 April 2026 | Jan Bednarek mendapat kartu merah delapan menit masuk dalam pertandingan Europa League antara FC Porto melawan Nottingham Forest pada 16 April 2026.

Keputusan itu diambil setelah tantangan keras pada penyerang Forest, Chris Wood, yang kemudian direview VAR.

Dengan satu pemain kurang, Porto berusaha menyesuaikan taktik di babak pertama namun tetap tertekan.

Morgan Gibbs‑White mencetak satu gol tunggal pada menit ke‑12, memberi keunggulan 1‑0 bagi Forest.

Gol tersebut datang dari umpan Neco Williams dan mengarah ke arah gawang Diogo Costa, dengan sedikit defleksi.

Kehilangan Bednarek juga memaksa pelatih Porto, Francesco Farioli, mengganti tiga bek dengan Pablo Rosario, yang sempat masuk.

Farioli kemudian melakukan empat pergantian pada jeda babak pertama, termasuk masuknya Jakub Kiwior, Francisco Moura, Alan Varela, dan Victor Froholdt.

Meskipun berkurang satu pemain, Porto meningkatkan tekanan pada babak kedua dan hampir menyamakan kedudukan pada menit ke‑56.

William Gomes menabrak mistar gawang, menandakan peluang terbesar Porto di babak kedua.

Namun, serangan balik Forest tetap berbahaya, dengan Omari Hutchinson, Murillo, dan Nicolas Domínguez menguji pertahanan Porto.

Setelah pertandingan berakhir 1‑0, Farioli menegaskan bahwa hasil tersebut tidak mengubah target klub hingga akhir musim 2025/26.

Dia menyatakan, “Apa yang kami lakukan belum cukup, tetapi motivasi dan kualitas sudah berada di jalur yang tepat,” dalam konferensi pers.

Farioli menambahkan bahwa percakapan pribadi dengan Bednarek setelah peluit akhir menegaskan rasa bangga atas usaha tim.

“Saya tidak bisa meminta lebih, tidak ada penyesalan selain kurangnya penyelesaian di Dragão,” ucap Farioli.

Bednarek, yang berusia 30 tahun, hanya menerima kartu merah kedua dalam kariernya, pertama kali pada Februari 2021 bersama Southampton.

Kartu merah pertamanya terjadi pada pertandingan melawan Manchester United, yang berakhir 9‑0 untuk Red Devils.

Pada pertandingan itu, Bednarek juga mencetak gol bunuh diri pada menit ke‑34.

Keputusan VAR pada laga melawan Forest menguatkan keputusan wasit setelah awalnya tidak memberi kartu.

Keith Hackett, mantan wasit senior, mengonfirmasi bahwa keputusan kartu merah itu tepat setelah meninjau rekaman.

Hackett menilai tantangan Bednarek sebagai pelanggaran serius yang mengancam keselamatan Wood.

Wood, yang baru kembali dari cedera enam bulan, terpaksa digantikan pada menit ke‑15 karena cedera.

Meskipun kehilangan Wood, Forest tetap mengontrol permainan dan menahan serangan balik Porto yang intens.

Kemenangan ini menandai semi final pertama Forest di kompetisi Eropa sejak 1984, mengalahkan tim Portugis dengan agregat 2‑1.

Forest akan melanjutkan perjalanan ke semi final melawan klub Premier League lain, Aston Villa, pada akhir bulan.

Bagi Porto, kekalahan berarti mereka harus memfokuskan diri pada kompetisi domestik Liga Portugal dan Piala Portugal.

Manajer Porto menekankan pentingnya konsistensi dan mengingat jadwal pertandingan yang semakin padat.

Kartu merah Bednarek menjadi perbincangan luas di media sosial, dengan banyak yang menilai keputusan wasit adil.

Beberapa pengamat menyoroti pentingnya disiplin defensif dalam pertandingan berisiko tinggi seperti ini.

Namun, dukungan bagi Bednarek tetap ada, mengingat kontribusinya selama musim ini di lini pertahanan Porto.

Porto menilai bahwa kehilangan satu pemain tidak mengurangi kualitas tim secara keseluruhan.

Farioli menutup konferensi dengan menekankan bahwa tim harus melupakan kegagalan dan bersiap menghadapi laga selanjutnya melawan Tondela.

Dia menambahkan, “Kita harus tetap fokus pada dua kompetisi yang masih terbuka,” menegaskan tekad klub.

Kondisi terbaru menunjukkan Jan Bednarek masih menjalani sanksi suspensi satu pertandingan di kompetisi UEFA.

Ia diperkirakan kembali bersaing bersama Porto pada pekan berikutnya, setelah menjalani masa istirahat yang diwajibkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.