Media Kampung – 13 April 2026 | Persib Bandung kembali menjadi sorotan setelah pertandingan melawan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 12 April 2026, menghasilkan tiga rekor baru sekaligus menyoroti kelemahan pertahanan yang masih dapat dimanfaatkan lawan.
Kemenangan 3-2 atas Bali United menambah poin penting bagi Maung Bandung, namun catatan kebobolan di kandang mencatat hanya tiga gol sepanjang musim, yang kini terbuka setelah Teja Paku Alam gagal menghentikan dua gol Bali United pada laga tersebut.
Dalam 14 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, Persib memperlihatkan konsistensi yang mengukuhkan posisi puncak klasemen sementara dengan 61 poin. Rekor tak terkalahkan ini tercipta berkat kombinasi serangan agresif dan kedalaman skuad yang dikelola pelatih Bojan Hodak.
Rekor pertama yang dicatat adalah 14 laga berturut‑turut tanpa kekalahan, menandakan mental juara tim asuhan Hodak di fase akhir kompetisi. Kedalaman skuad memungkinkan rotasi pemain tanpa menurunkan kualitas permainan, sehingga Persib mampu menahan tekanan dari rival‑rival kuat.
Rekor kedua menyoroti dominasi di kandang, dimana Persib berhasil memenangkan setiap pertandingan yang dijalankan di GBLA. Dukungan suporter yang melimpah dan atmosfer stadion menjadi faktor pendukung utama, serta taktik menyerang yang menekan lawan sejak menit awal.
Namun, rekor ketiga – pertahanan yang hanya kebobolan tiga gol di GBLA – mulai terancam. Pada laga melawan Bali United, Teja Paku Alam, kiper andalan Persib, harus menghadapi dua tembakan tepat sasaran yang berhasil dijebol oleh Teppei Yachida (81′) dan Jordy Bruijn (90+3′). Kedua gol tersebut menandai pertama kalinya dalam musim ini Bali United mencetak dua gol di GBLA.
“Kami sangat bangga dengan tim kami karena mampu mencetak dua gol di stadion ini, namun sayangnya kami tidak mendapatkan poin,” ujar pelatih Bali United Johnny Jansen setelah pertandingan. “Kami menciptakan tiga peluang ke tiang gawang, namun Persib tetap unggul,” tambahnya.
Pelatih Persib Bojan Hodak menegaskan bahwa performa Bali United tidak dapat disamakan dengan kemenangan telak 6-1 melawan PSBS Biak. “Dengan segala hormat, bermain melawan kami berbeda jauh dengan lawan lain. Kami tetap fokus menjaga catatan pertahanan kami,” katanya dalam konferensi pers pra‑laga.
Statistik pertandingan menunjukkan Ramon Tanque membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke‑29, memanfaatkan operan silang Federico Barba. Luciano Guaycochea memperbesar jarak pada menit ke‑55 setelah memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti. Bali United kemudian memperkecil selisih lewat tendangan bebas Teppei Yachida pada menit ke‑81, namun Federico Barba kembali menambah gol pada menit ke‑87 lewat eksekusi tendangan sudut. Gol penutup oleh Jordy Bruijn pada menit tambahan tidak cukup mengubah hasil akhir.
Teja Paku Alam, yang sebelumnya mencatatkan 12 clean sheet di 14 laga kandang, mengakui bahwa tekanan lawan pada menit‑menit akhir menguji konsistensinya. “Saya tetap fokus, namun dua gol yang masuk menandakan kami harus meningkatkan koordinasi di lini belakang,” ungkapnya.
Catatan kebobolan yang terbuka ini memberi sinyal bagi tim lain bahwa pertahanan Persib bukan tak tertembus. Bali United, sebagai satu‑satunya tim yang berhasil mencetak dua gol di GBLA musim ini, menegaskan kesiapan mereka untuk menantang dominasi Maung Bandung pada pertemuan selanjutnya.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Persib harus memperbaiki koordinasi antara lini pertahanan dan kiper agar rekor kebobolan tetap terkendali. Sementara itu, Bali United bertekad memanfaatkan momentum kemenangan mereka untuk memutus rekor kandang Persib pada laga berikutnya.
Kondisi terbaru menunjukkan Persib tetap memimpin klasemen sementara, namun catatan kebobolan yang terbuka menambah beban mental bagi tim asuhan Hodak menjelang sisa pertandingan kompetisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan