Media Kampung – 04 April 2026 | Persib Bandung menerima denda total Rp1,1 miliar dari AFC atas pelanggaran dalam kompetisi AFC Champions League Two 2025/2026.

Denda tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran yang melibatkan penomoran kursi, penggunaan flare, dan kerusuhan suporter baik di kandang maupun tandang.

Pelanggaran pertama tercatat pada Oktober 2025 dengan denda Rp33 juta karena tiket tanpa nomor kursi, diikuti denda US$26.250 (sekitar Rp436 juta) serta penutupan 25% kapasitas stadion setelah insiden melawan Selangor FC.

Insiden selanjutnya melawan Bangkok United menambah denda US$30.000 (Rp503 juta) karena sembilan flare ditembakkan dan zona keluar stadion tidak terkendali.

Laga tandang melawan Ratchaburi menimbulkan denda tambahan Rp148 juta setelah kericuhan antara suporter Persib dan Ratchaburi, yang dianggap sebagai pelanggaran berulang keempat.

Komite Disiplin dan Etik AFC masih harus memutuskan sanksi lanjutan, termasuk kemungkinan penutupan 25% kapasitas tribune lagi, serta denda tambahan bagi staf pelatih.

Asisten pelatih Miro Petrić telah dikenai denda US$10.000 (Rp166 juta) dan pemain Uilliam Barros mendapat denda Rp25 juta terkait insiden yang sama.

Di tengah tekanan regulasi, Persib tetap menonjol dengan keberadaan Frans Putros, bek tengah naturalisasi Irak yang baru-baru ini membantu Timnas Irak lolos ke Piala Dunia 2026.

Putros menyatakan rasa terima kasih kepada Bobotoh, Terima kasih kepada Bobotoh, dukungan Anda sangat berarti bagi kami, dalam kampanye kualifikasi melawan Bolivia.

Pelatih Bojan Hodak mengaku bangga karena Putros berpotensi menjadi pemain Persib pertama yang tampil di turnamen final Piala Dunia, meski keputusan akhir tergantung pada skuad Irak.

Putros, yang berusia lebih dari 30 tahun, mengakui bahwa kesempatan ini mungkin menjadi penampilan terakhirnya di level paling bergengsi sepak bola dunia.

Musim ini Persib juga menambah kualitas skuad dengan kedatangan dua pemain asing berprofil tinggi, Thom Haye dan Eliano Reijnders, masing-masing dengan kontrak bernilai miliaran rupiah.

Kedua pemain tersebut diharapkan memperkuat lini tengah dan memberikan pengalaman Eropa yang dapat membantu Persib bersaing di BRI Super League serta AFC Champions League Two.

Jadwal kompetisi menempatkan Persib dalam serangkaian pertandingan penting, termasuk konfrontasi melawan Arema, Persebaya, dan Bali United, yang dapat menentukan posisi akhir di liga.

Meskipun harus menanggung denda besar, Persib bertekad memperbaiki manajemen suporter dan memaksimalkan potensi skuad untuk tetap bersaing di level domestik dan internasional.

Dengan beban finansial dan sorotan internasional, klub berupaya menjaga stabilitas performa sambil menunggu keputusan akhir AFC.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.