Media KampungJoan Mir harus rela kehilangan podium MotoGP Catalunya 2026 setelah menerima penalti waktu 16 detik akibat pelanggaran tekanan ban minimum. Penalti ini menyebabkan posisi runner-up yang awalnya diraih Mir harus dicabut dan membuat hasil akhir balapan berubah drastis.

Balapan MotoGP Catalunya yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Montmelo, pada Minggu malam (17/5/2026) diwarnai berbagai insiden dan drama. Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 20 menit 06.243 detik. Sementara Mir sempat finis kedua di belakang Di Giannantonio, dan Fermin Aldeguer yang membela BK8 Gresini Racing menempati posisi ketiga.

Namun, setelah balapan, steward MotoGP melakukan investigasi terhadap tekanan ban minimum selama balapan restart 12 lap. Dari enam pembalap yang diperiksa, lima di antaranya termasuk Joan Mir dijatuhi penalti waktu 16 detik. Selain Mir, pembalap Raul Fernandez, Toprak Razgatlioglu, Jack Miller, dan Alex Rins juga menerima hukuman serupa. Satu pembalap lain yang diperiksa, Francesco Bagnaia, lolos dari penalti karena tekanan ban rendah pada motornya disebabkan oleh kebocoran pelek roda, bukan pelanggaran teknis yang disengaja.

Penalti tersebut membuat Mir turun ke posisi ke-11 dalam hasil akhir balapan. Posisi kedua pun ditempati oleh Fermin Aldeguer, sedangkan Bagnaia naik ke posisi ketiga, meraih podium pertamanya musim ini bersama Ducati Lenovo Team. Sebelumnya, Bagnaia finis keempat sebelum penalti Mir diumumkan.

Selain masalah penalti, balapan di Catalunya juga sempat dihentikan dua kali akibat kecelakaan besar yang melibatkan pembalap papan atas seperti Alex Marquez, Pedro Acosta, Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia. Insiden ini menambah dramatisnya jalannya balapan yang sudah berlangsung ketat sejak awal.

Kekecewaan Mir bertambah karena podium yang telah diraih di lintasan tidak bisa bertahan setelah penalti diumumkan. Pembalap Repsol Honda ini memang menghadapi situasi sulit musim ini, termasuk ketidakjelasan masa depan bersama tim pabrikan Honda yang sudah diputuskan akan ditinggalkannya setelah MotoGP 2026 berakhir.

Joan Mir secara resmi menyatakan keputusannya untuk meninggalkan Honda setelah musim ini berakhir. Ia mengaku kecewa dengan minimnya komunikasi dan kejelasan dari manajemen tim terkait proyek mesin baru 850cc yang akan diterapkan mulai 2027. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam dan pertimbangan masa depan karier balapnya.

Dengan hasil ini, posisi klasemen dan dinamika persaingan MotoGP 2026 di tengah musim semakin menarik untuk diikuti. Penalti terhadap beberapa pembalap termasuk Joan Mir membuktikan ketatnya pengawasan regulasi teknis di ajang balap motor paling bergengsi ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.