Media Kampung – Toma Junior Popov menjadi sorotan utama pada final Thomas Cup 2026 ketika ia menempati garis depan tim Prancis melawan tim unggulan China di Forum Horsens, Denmark, pada 4 Mei 2026. Meskipun ia tampil agresif, Popov harus menelan kekalahan tiga gim dengan skor 22-20, 20-22, 21-19 dalam duel melawan Weng Hong Yang, yang akhirnya mengamankan gelar ke-12 China di turnamen bergengsi tersebut.
Pertandingan dimulai dengan kemenangan Shi Yu Qi atas Christo Popov, saudara Toma, yang memberi China keunggulan awal 1-0. Prancis kemudian membalas lewat Alex Lanier yang menundukkan Li Shi Feng dua gim lurus (21-13, 21-10), menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Saat itu, tekanan semakin tinggi menjelang pertarungan tunggal ketiga yang menjadi penentu momentum final.
Weng Hong Yang, pemain senior China, menantang Toma Junior Popov dalam laga yang berlangsung ketat. Popov berhasil membuka set pertama dengan 22-20, namun Yang membalas dengan 20-22 di set kedua, memaksa pertandingan masuk ke gim penentu. Di gim ketiga, Yang mengamankan poin akhir 21-19, menutup skor 2-1 untuk China dan memberi mereka keunggulan dalam tim.
Setelah kemenangan tunggal tersebut, tim China menegaskan dominasinya lewat pasangan ganda He Ji Ting dan Ren Xiang Yu yang menundukkan duo Prancis Eloi Adam dan Leo Rossi dua gim lurus (21-13, 21-16). Skor akhir 3-1 memastikan China mengangkat trofi Thomas Cup 2026, sementara Prancis mencatat pencapaian historis dengan menembus final pertama mereka sejak debut di turnamen ini.
Penampilan Toma Junior Popov tetap menjadi catatan penting bagi bulu tangkis Prancis. Sebelumnya, Popov dikenal sebagai pemain muda berbakat yang pernah meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Junior 2021. Keberhasilannya membawa tim Prancis ke final menunjukkan kedalaman skuad Prancis yang kini mampu menantang dominasi Asia, meski masih harus menunggu momen kemenangan akhir.
Setelah final, pelatih tim Prancis, Didier Delaune, mengungkapkan rasa bangga atas progres timnya dan menekankan pentingnya pengalaman ini untuk persiapan Piala Sudirman 2027. Sementara itu, Weng Hong Yang menegaskan tekadnya untuk terus mempertahankan posisi China sebagai raja Thomas Cup. Kedepannya, Toma Junior Popov dijadwalkan berkompetisi di Kejuaraan Dunia 2027, di mana ia diharapkan dapat menambah pengalaman internasional dan menjadi penopang utama tim Prancis dalam upaya meraih gelar pertama mereka di ajang bergengsi ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan