Media KampungHeracles Almelo resmi turun dari Eredivisie setelah kalah 2-0 dari FC Volendam pada Minggu, 26 April 2026 di Asito Stadium, Almelo.

Kekalahan ini menegaskan posisi 18 besar Heracles dengan 19 poin dari 30 laga, sementara Volendam naik ke peringkat 15 dengan 28 poin.

Gol pembuka tercipta pada menit ke-55 lewat tembakan kaki kiri Anthony Descotte setelah menerima umpan pendek di tepi kotak penalti.

Remko Pasveer, kiper Heracles, menyelamatkan gawangnya dari tembakan pertama Descotte, namun gagal menahan rebound yang berhasil dimanfaatkan oleh penyerang Belgia.

Gol kedua muncul pada menit ke-62 ketika Robert Mühren, yang masuk sebagai pengganti, mengeksekusi umpan terobosan Bradley Kuwas dan menempatkan bola ke sudut jauh kanan.

Statistik menunjukkan Volendam menciptakan 18 peluang tembakan dibandingkan 14 milik Heracles, dengan rasio tembakan tepat sasaran 7:4.

Volendam menguasai 55,8% penguasaan bola, namun Heracles justru mencatatkan lebih banyak tembakan ke arah gawang lawan.

Di sisi lain, Heracles menerima sembilan tendangan penalti sepanjang musim dan kebobolan 77 gol, menandakan masalah defensif kronis.

Pelatih interim Hendrie Krüzen, yang menggantikan Bas Sibum pada Oktober lalu, mencatat empat kemenangan dari total lima kemenangan tim musim ini.

Namun sejak kedatangan Faber sebagai pelatih sekaligus direktur teknis, performa tim menurun drastis, hanya mencatat satu kemenangan.

Faber diperkirakan akan fokus pada peran direktur teknis di musim berikutnya, meskipun masa depannya di Asito Stadium masih belum pasti.

Suporter Heracles mengekspresikan kekecewaan dengan melempar kembang api ke lapangan, menyebabkan jeda permainan selama dua puluh menit.

Keputusan wasit untuk menghentikan pertandingan selama insiden tersebut menambah ketegangan di antara penonton yang sebagian sudah meninggalkan stadion.

Sebelum pertandingan, Heracles mengetahui bahwa kekalahan akan mengamankan relegasi, namun harapan sempat hidup ketika Henk Veerman menepis tendangan sudut di babak pertama.

Setelah gol pertama Volendam, suasana berubah menjadi pasrah, dan tidak ada lagi gol yang tercipta hingga peluit akhir.

Dengan hasil ini, Heracles bergabung dengan NAC Breda yang diprediksi menjadi tim kedua yang turun secara langsung.

NAC sebelumnya kalah 2-0 dari Ajax, menambah tekanan pada zona degradasi.

Volendam, yang sebelumnya berada di zona aman, kini memiliki peluang kuat untuk mengamankan posisi menengah atas dengan mengumpulkan poin lebih banyak.

Berita resmi klub menyatakan bahwa pemain cedera seperti Mike te Wierik, Ajdin Hrustic, dan Fabian de Keijzer tidak tersedia untuk laga berikutnya.

Volendam juga harus menahan absennya gelandang Dave Kwakman karena cedera pada pertandingan terakhir mereka.

Selanjutnya, Heracles akan menghadapi PEC Zwolle di laga tandang, sementara Volendam akan menampung Heerenveen di kandang.

Jika Heracles gagal mengumpulkan poin pada pertandingan berikutnya, peluang mereka untuk kembali ke Eredivisie menjadi sangat tipis.

Situasi ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk merencanakan restrukturisasi tim menjelang musim berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.