Media Kampung – Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, mengungkap alasan penempatan Fitrah Maulana dalam laga melawan Arema FC pada 24 April 2026 di GBLA.
Penjelasan tersebut diberikan setelah muncul kontroversi spanduk “Shut Up KDM” yang memicu perdebatan di antara suporter.
Spanduk itu menyinggung bonus yang diklaim berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dan diungkap oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Bojan menegaskan bahwa bonus merupakan bagian wajar dalam kompetisi profesional dan tidak mengganggu fokus tim.
Ia menambahkan bahwa pemain layak menerima insentif bila performa tim tetap konsisten pada puncak klasemen.
Menurut Bojan, keputusan menurunkan Fitrah Maulana didasarkan pada taktik pertahanan yang memerlukan kecepatan dan kemampuan mengantisipasi serangan balik.
Fitrah Maulana dipilih untuk menambah variasi dalam lini belakang, terutama menghadapi serangan sayap cepat dari Arema FC.
Pelatih menilai pemain tersebut memiliki stamina tinggi dan dapat menutup ruang bagi pemain lawan di area penalti.
Data pertandingan menunjukkan Persib menguasai penguasaan bola sebesar 58% pada babak pertama, meski belum menghasilkan gol.
Statistik juga mencatat bahwa Fitrah Maulana berhasil melakukan tiga intersepsi penting dalam 30 menit pertama.
“Bagus jika mendapatkan bonus, para pemain tentunya layak mendapatkan bonus,” ujar Bojan kepada wartawan setelah sesi latihan pada 26 April 2026.
Ia menegaskan, “Anda bermain untuk bonus, begitulah sepak bola profesional,” menekankan pentingnya motivasi finansial dalam dunia sepak bola.
Kontroversi bonus muncul setelah Dedi Mulyadi mengumumkan alokasi Rp5 miliar untuk setiap laga tandang Persib pada sisa musim.
Beberapa Bobotoh menilai hal tersebut dapat memecah konsentrasi pemain, namun Bojan menolak anggapan itu.
Ia menambahkan, “Kami tetap fokus pada strategi tim, bukan pada sorotan eksternal,” sebagai respons terhadap kritik.
Persib saat ini memimpin klasemen Liga 1 dengan 66 poin, namun bersaing ketat dengan Borneo FC yang memiliki poin serupa.
Dengan dua hasil imbang terakhir melawan Dewa United dan Arema FC, tekanan untuk mempertahankan posisi teratas semakin besar.
Pelatih menekankan pentingnya konsistensi dalam tiga laga terakhir musim demi mengamankan gelar juara.
Kondisi terbaru menunjukkan Persib berusaha memperbaiki efisiensi serangan, terutama dalam penyelesaian akhir di kotak penalti.
Jika taktik yang diterapkan Bojan berhasil, Persib berpotensi menambah selisih poin dan mengokohkan posisi puncak klasemen hingga akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan