Media Kampung – Timnas U17 Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF U17 2026 setelah mencatatkan hasil imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada 19 April 2026.
Keberhasilan Vietnam mengamankan posisi pertama Grup A membuat media lokal mereka, The Thao 247, menyoroti taktik konservatif yang diterapkan oleh skuad U17 Vietnam.
The Thao 247 menulis, “Penilaian ini jelas mengakui pendekatan bijaksana tim U17 Vietnam, karena mereka tidak perlu mengambil risiko tetapi tetap mengendalikan permainan,” menggambarkan strategi pertahanan yang disiplin.
Sementara itu, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto hanya mengumpulkan empat poin dan menempati peringkat ketiga grup, sehingga tersingkir dari kompetisi.
Grup A berisi Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste; Vietnam menutup fase grup dengan tujuh poin, Malaysia dengan enam poin sebagai runner‑up terbaik, dan Indonesia berada di posisi ketiga.
Malaysia, setelah kalah 4-0 dari Vietnam pada laga pembuka, berhasil bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Indonesia dan 2-0 melawan Timor Leste, memastikan tiket semifinal.
Di Grup B, Laos tampil mengejutkan dengan menumbangkan Myanmar, Filipina, dan Thailand, mengakhiri grup dengan tujuh poin dan melaju sebagai juara grup.
Australia mendominasi Grup C, mencatatkan sembilan poin tanpa kebobolan, mencetak 15 gol, dan mengamankan tiket semifinal melawan Vietnam.
Semifinal dijadwalkan pada 22 April 2026 di Stadion Gelora Delta, mempertemukan Laos melawan Malaysia pada pukul 16.00 WIB, serta Vietnam melawan Australia pada pukul 19.00 WIB.
Pertandingan semifinal akan disiarkan secara langsung melalui platform Vidio, dengan kemungkinan siaran alternatif di Sin Po TV dan Indosiar.
Kemenangan grup Vietnam menambah catatan impresif mereka, termasuk kemenangan 4-0 atas Malaysia dan 10-0 melawan Timor Leste, serta pertahanan yang tidak kebobolan.
Timnas Indonesia mengalami kesulitan mengimplementasikan gaya bermain yang diinginkan; meski mendominasi penguasaan bola, peluang tembakan tidak menghasilkan gol.
Penjaga gawang Mierza Firjatullah menjadi sorotan karena harus menghadapi tekanan tinggi dari serangan Vietnam yang terorganisir.
Kekurangan dalam kombinasi passing, kreativitas, dan eksekusi tembakan menjadi faktor utama kegagalan Indonesia mencetak gol.
Keberhasilan Laos sebagai juara Grup B menandai pencapaian pertama mereka di turnamen ini, menambah variasi kekuatan regional di level U17.
Semifinal akan menentukan dua tim yang melaju ke final pada 24 April 2026, sekaligus menentukan tim yang akan bersaing dalam perebutan tempat ketiga.
Indonesia dan Thailand, yang sebelumnya selalu masuk semifinal dalam empat edisi terakhir, kini harus mengevaluasi kinerja mereka menjelang Piala Asia U17 2026 di bulan Mei.
Pelatih Kurniwan Dwi Yulianto diharapkan meninjau data taktik dan pemilihan pemain untuk persiapan menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Media Vietnam menilai bahwa pendekatan taktis yang tidak terlalu berisiko namun tetap mengendalikan permainan menjadi kunci utama lolosnya ke semifinal.
Dalam laporan resmi AFF, hasil imbang tanpa gol melawan Indonesia dianggap cukup untuk mengamankan posisi pertama Vietnam di grup.
Berita ini memberikan gambaran lengkap mengenai dinamika grup, reaksi media, serta jadwal dan penyiaran semifinal Piala AFF U17 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan