Media Kampung – Pembalap asal Thailand, Somkiat Chantra, mengalami kecelakaan keras pada sesi FP3 WorldSBK di Sirkuit Assen, Belanda, pada Sabtu 18 April 2026, yang memaksa panitia menurunkan bendera merah dan menghentikan latihan. Insiden tersebut menimbulkan keraguan serius tentang kelanjutan partisipasinya dalam akhir pekan balapan.
Saat melaju keluar dari tikungan ke-5, motor Chantra kehilangan traksi dan melakukan lowside, menyebabkan kaki pembalap tersenggol bagian belakang mesin sebelum ia terjatuh di lintasan. Rekaman ulang memperlihatkan motor terbalik dan Chantra tergeletak dengan jelas merasakan nyeri.
Tim medis langsung bergegas ke lokasi, menurunkan pembalap dari motor dan menilai kondisi fisiknya di trek. Dokter mengonfirmasi adanya memar pada punggung bawah, kontusi otot paha, serta hematoma yang cukup signifikan.
Setelah pemeriksaan awal, Chantra dipindahkan ke pusat medis sirkuit untuk penilaian lanjutan dan penanganan rasa sakit. Ia kemudian dinyatakan tidak fit untuk melanjutkan sesi latihan maupun balapan pada hari yang sama.
“Saya merasakan benturan yang sangat keras di bagian kaki dan punggung,” ujar Somkiat Chantra dalam wawancara singkat bersama tim medis. “Saya berharap bisa kembali bersaing, tetapi harus menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.”
Pernyataan resmi tim Honda menegaskan bahwa pembalap tersebut akan menjalani pemeriksaan ulang pada Minggu pagi untuk menentukan kelayakan berpartisipasi dalam sesi Warm Up, Superpole Race, dan Race 2. Tim juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses rehabilitasi Chantra.
Kecelakaan ini bukan pertama kalinya Chantra mengalami cedera serius pada musim 2026. Pada bulan Januari, ia terjatuh di Sepang dan mengalami patah pada kedua lengan, yang membuatnya absen di seri pembuka Phillip Island.
Setelah pemulihan, Chantra melakukan debut WorldSBK pada putaran kedua di Portugal dan berhasil mengumpulkan poin pertama dalam kariernya di kelas tersebut. Namun, insiden di Assen mengulangi pola cedera yang menghambat performa musimnya.
Rekan setimnya, Jake Dixon, juga tidak dapat berkompetisi karena patah pergelangan tangan kiri yang terjadi saat pengujian di Phillip Island. Akibatnya, Jonathan Rea, pembalap penguji HRC, menggantikan Dixon di Assen.
Dengan absennya Chantra, Jonathan Rea menjadi satu-satunya pembalap Honda yang berada di lintasan pada Sabtu, menambah tekanan pada tim yang sudah berada di posisi terbawah klasemen konstruktor.
Hingga akhir pekan, tim Honda mengumpulkan hanya 11 poin dari enam balapan pertama, menempatkan mereka di posisi terakhir dalam klasemen pabrikan. Kinerja ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi pengembangan mesin dan kebugaran pembalap.
Manajer tim, Masato Sakashita, menyatakan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data teknis dan fisiologis guna meningkatkan konsistensi performa. “Kami harus memperbaiki keseimbangan motor dan memastikan pembalap berada dalam kondisi optimal,” katanya.
WorldSBK sendiri menegaskan bahwa keselamatan pembalap menjadi prioritas utama, dengan prosedur red flag yang diterapkan secara cepat setelah kecelakaan Chantra. Tim medis dan marshal berkoordinasi untuk mengevakuasi pembalap secepat mungkin.
Menurut data resmi WorldSBK, sesi FP3 Assen berlangsung selama 45 menit sebelum dihentikan pada menit ke-28 karena insiden tersebut. Total 12 pembalap berhasil menyelesaikan sesi sebelum red flag diberlakukan.
Analisis video menunjukkan bahwa lintasan pada bagian keluar tikungan ke-5 memiliki permukaan yang sedikit licin akibat embun pagi, yang kemungkinan berkontribusi pada kehilangan traksi motor Chantra. Tim teknis Honda berencana mengirimkan data tersebut ke pabrikan untuk perbaikan selanjutnya.
Selain faktor lintasan, suhu udara pada hari itu tercatat 12°C dengan kelembapan 78%, kondisi yang dapat memengaruhi tekanan ban dan cengkeraman. Tim Honda menyesuaikan tekanan ban sebelum sesi latihan, namun efeknya tampak tidak cukup untuk mencegah slip.
Para penggemar WorldSBK di media sosial menanggapi insiden tersebut dengan keprihatinan, mengirimkan dukungan kepada Somkiat Chantra lewat platform Twitter dan Instagram. Hashtag #GetWellSoonChantra menjadi trending di antara komunitas balap.
Di sisi lain, pembalap lain seperti Nicolo Bulega berhasil mencatat pole position pada sesi Superpole, menambah tekanan kompetitif terhadap tim Honda yang masih berjuang mengumpulkan poin.
Setelah pemeriksaan lanjutan pada Minggu pagi, tim medis menyatakan bahwa tidak ada patah tulang pada Somkiat Chantra, namun ia tetap mengalami kontusi otot yang membutuhkan istirahat dan fisioterapi. Keputusan akhir mengenai partisipasinya pada Warm Up masih menunggu hasil evaluasi fisiologis.
Jika Chantra dinyatakan tidak fit, tim Honda kemungkinan akan menurunkan rider pengganti lain, seperti pembalap wildcard Ryan Vickers, untuk tetap menjaga keberadaan satu unit Honda di lintasan.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa Somkiat Chantra tetap berada di pusat medis sirkuit, menjalani perawatan rasa sakit dan pemantauan kondisi secara berkala. Tim menunggu keputusan resmi sebelum mengumumkan strategi akhir pekan balapan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan