Media Kampung – Arab Saudi memecat pelatih Hervé Renard pada 17 April 2026, tepat dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, dan keputusan tersebut dikaitkan dengan intervensi Timnas Ghana.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) mengumumkan pemecatan lewat media lokal setelah dua kekalahan di FIFA Matchday Maret 2026 melawan Mesir (0-4) dan Serbia (1-2).
Hasil tersebut dianggap menurunkan kepercayaan SAFF terhadap kemampuan tim dalam mengoptimalkan pemain kunci seperti Salem Al‑Dawsari menjelang turnamen dunia.
Laporan L’Equipe menyebut bahwa Timnas Ghana mengajukan keluhan resmi kepada SAFF terkait penggunaan pemain berbakat Ghana yang beralih kebangsaan ke Arab Saudi.
Ghana menilai bahwa kebijakan naturalisasi pemain mengganggu persaingan di kualifikasi Asia, dan menekan SAFF untuk meninjau keputusan pelatih.
Menurut Fabrizio Romano, pengaruh tekanan Ghana berperan dalam mempercepat proses pemecatan Renard, meski tidak ada pernyataan resmi dari kedua federasi.
Renard, yang sebelumnya membawa Maroko meraih gelar Piala Afrika dan memimpin Arab Saudi pada Piala Dunia 2022, kembali ditunjuk pada akhir 2024 setelah kegagalan Roberto Mancini.
Selama masa jabatan kedua, Renard berhasil mengamankan tiket Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan tim‑tim kuat di ronde keempat kualifikasi.
Namun, dua kekalahan pada Maret menimbulkan keraguan internal, terutama di kalangan pemain senior yang menuntut stabilitas taktik.
Seorang sumber dalam tim teknis SAFF menyatakan bahwa pemecatan merupakan keputusan kolektif yang dipengaruhi oleh laporan eksternal termasuk pernyataan Ghana.
Setelah pemecatan, SAFF langsung membuka negosiasi dengan pelatih asal Yunani, Georgios Donis, yang saat itu melatih klub Al‑Khaleej.
Donis diprediksi akan memulai tugas pada 22 Mei 2026, sesaat setelah musim liga domestik berakhir, memberikan waktu singkat untuk adaptasi.
Pengangkatan Donis menandai masuknya pelatih ke‑60 dalam sejarah Green Falcons, menambah beban persiapan tim menjelang grup H yang berisi Spanyol, Uruguay, dan Cape Verde.
Media regional menilai perubahan kepelatihan dalam jangka waktu dua bulan dapat mengganggu kontinuitas taktik yang dibangun Renard.
Namun, SAFF menegaskan bahwa Donis memiliki pengalaman melatih di Liga Arab Saudi, yang dianggap mempercepat proses transisi.
Kutipan dari pernyataan resmi SAFF menyebut, “Kami berterima kasih atas kontribusi Hervé Renard dan berharap Georgios Donis dapat membawa tim ke level tertinggi di Piala Dunia.”
Renard sendiri melalui AFP mengungkapkan rasa kecewa namun tetap menghormati keputusan federasi, menekankan kebanggaannya telah membantu Arab Saudi lolos dua kali ke Piala Dunia.
Timnas Ghana, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memastikan proses naturalisasi pemain dilakukan secara adil dan transparan.
Kontroversi ini menambah ketegangan politik sepak bola antara federasi Asia Barat dan negara-negara Afrika yang berusaha melindungi kepentingan pemain mereka.
Analisis pakar sepak bola Indonesia menilai bahwa pemecatan mendadak dapat mempengaruhi performa Arab Saudi dalam fase grup, mengingat persiapan taktis terbatas.
Meski demikian, Donis memiliki reputasi sebagai taktik defensif yang disiplin, yang mungkin cocok menghadapi lawan kuat di grup H.
Pengumuman resmi pengangkatan Donis dijadwalkan dalam dua hari ke depan setelah penyelesaian kontrak dan prosedur administratif.
Dalam konteks global, pemecatan Renard menjadi contoh bagaimana tekanan luar negeri dapat memengaruhi keputusan internal federasi sepak bola.
SAFF berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada Donis, termasuk pembaruan fasilitas latihan dan penyesuaian jadwal persahabatan internasional.
Timnas Ghana akan melanjutkan kampanye kualifikasi mereka secara terpisah, namun tetap memantau perkembangan Arab Saudi menjelang Piala Dunia.
Dengan perubahan ini, sorotan dunia kini tertuju pada kesiapan Arab Saudi dalam menyesuaikan strategi di tengah ketatnya kompetisi grup.
Jika Donis berhasil mengoptimalkan skuad dalam waktu singkat, Arab Saudi dapat tetap bersaing di panggung dunia meski kehilangan sosok pelatih berpengalaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan