Media Kampung – 18 April 2026 | Hendra Setiawan resmi ditunjuk sebagai pelatih tim Indonesia pada Piala Thomas 2026, menandai transisi penting dari pemain legendaris menjadi pembimbing strategi ganda putra. Penunjukan ini diumumkan oleh PBSI menjelang kompetisi beregu internasional yang akan digelar di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026.
Tim bulu tangkis Indonesia tiba di Horsens pada malam Kamis, 16 April 2026 setelah menempuh penerbangan panjang dari Jakarta. Sesampainya di Denmark, seluruh skuad menjalani proses aklimatisasi selama dua hari sebelum memulai sesi latihan intensif.
Bagi Hendra, peran sebagai pelatih menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan saat masih berkompetisi sebagai pemain. Ia harus menilai kondisi fisik dan mental pemain, serta menyesuaikan taktik melawan lawan yang beragam.
‘Rasanya mungkin lebih susah kali ya, karena pelatih harus menentukan siapa yang turun dan menyiapkan strategi lawan,’ ujar Hendra Setiawan dalam pernyataan tertulis PBSI. Ia menambahkan bahwa saat menjadi pemain ia cukup langsung bermain, namun kini harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum membuat keputusan.
Hendra mengakui bahwa tidak pernah terlintas dalam pikirannya akan kembali ke tim nasional sebagai pelatih setelah mengakhiri karier pada awal 2025. Namun, ia merasa panggilan tersebut tidak dapat diabaikan dan siap menjadikan pengalaman baru ini sebagai pelajaran berharga.
Koordinasi teknis dilakukan bersama pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, yang dikenal dengan sebutan ‘Koh Anton’. Keduanya bersama tim analis memetakan kekuatan lawan dan menentukan formasi yang paling optimal untuk setiap pertemuan.
Skuad ganda putra Indonesia kini terdiri dari kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi muda yang baru menembus timnas. Hendra menekankan pentingnya sinergi antar generasi agar daya juang tim tetap tinggi dan dapat memberikan kontribusi bagi hasil keseluruhan.
Pasangan muda Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani menyatakan kebanggaan mendapat kesempatan debut di Piala Thomas. Mereka berjanji akan memberikan poin maksimal serta mengaplikasikan pelajaran dari SEA Games dan Kejuaraan Asia dalam pertandingan mendatang.
Selama masa aklimatisasi, pemain melakukan latihan intensif di fasilitas PBSI Horsens, termasuk sesi taktik, kecepatan, dan simulasi pertandingan. Hendra mengawasi setiap detail latihan, memastikan pemain terbiasa dengan kondisi lapangan dan iklim Denmark.
Strategi rotasi pasangan ganda menjadi bagian penting dari persiapan, dengan rencana Plan A, Plan B, dan Plan C yang melibatkan tiga pasangan utama: Sabar/Reza, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Hendra menyatakan bahwa perubahan pasangan dapat dilakukan bila diperlukan, tergantung kesiapan dan performa saat turnamen berlangsung.
Reza mengalami cedera lama yang memerlukan terapi rutin, namun Hendra memastikan kondisi medisnya terpantau secara ketat. Ia menegaskan bahwa pemain tetap dapat berkompetisi asalkan menjalani program rehabilitasi yang terkoordinasi dengan staf medis.
Dengan persiapan matang, tim Indonesia menatap target mengangkat trofi Piala Thomas 2026, sementara Hendra Setiawan berharap peran barunya dapat menginspirasi generasi penerus bulu tangkis Tanah Air. Ia menutup dengan harapan bahwa semangat juang dan kerja keras seluruh skuad akan menghasilkan prestasi gemilang di panggung internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan