Media Kampung – 14 April 2026 | Timnas Putri Indonesia mengalami kekalahan telak 1-7 atas Republik Demokratik Kongo dalam FIFA Women Series 2026, meski sempat unggul lebih dulu melalui gol penalti Claudia Scheunemann di babak pertama.
Pertandingan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026 di Stadion Ratchaburi, Thailand, sebagai bagian dari babak semifinal turnamen internasional yang menampilkan tim‑nas muda dari Asia Tenggara.
Indonesia membuka skor pada menit ke‑23 lewat tendangan penalti yang dieksekusi Claudia Scheunemann setelah pelanggaran di dalam kotak penalti, menandai satu‑satunya gol tim Garuda Pertiwi.
Namun Kongo segera membalas, mencetak tiga gol pada menit ke‑29 (Flavine Mawete), menit ke‑45+6 (Yav Kasaj), dan menit ke‑55 (Marveille Kanjinga), mengubah keunggulan menjadi defisit tiga gol.
Pemain bertahan Safira Ika menerima kartu merah pada injury time babak pertama, memaksa Indonesia bermain dengan sepuluh pemain sejak awal babak kedua.
Di babak kedua, Kongo terus menggempur, menambah gol melalui Olga Massombo pada menit ke‑59, Marveille Kanjinga kembali pada menit ke‑68, Flavine Mawete mencetak gol ke‑empat pada menit ke‑74, dan Feza Jeannette menutup skor pada menit ke‑82.
Kiper Irlandia De Rouw berjuang keras, melakukan beberapa penyelamatan penting namun tidak mampu menghentikan serangan beruntun lawan yang terus menekan pertahanan yang sudah terkikis.
Pelatih Satoru Mochizuki menyatakan kekecewaan atas hasil tersebut, namun menegaskan pentingnya belajar dari kekalahan untuk meningkatkan taktik dan mentalitas tim menjelang laga perebutan tempat ketiga melawan New Caledonia.
Laga selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, 15 April 2026, pukul 16.00 WIB di Ratchaburi Stadium, Thailand, dan akan disiarkan secara langsung melalui SCTV serta platform streaming Vidio.
Dengan hasil ini, peringkat FIFA Indonesia turun empat posisi menjadi 109, sementara New Caledonia berada di peringkat 101, menambah tekanan pada tim untuk meraih poin penting di pertandingan mendatang.
Kekalahan tersebut juga memicu perbincangan luas mengenai kurangnya kompetisi liga sepak bola putri di Indonesia, di mana mantan pemain Arema FC Putri Sabrina Mutiara menyerukan segera digulirkannya kembali Liga 1 Putri yang terhenti sejak 2019.
Saat ini, Timnas Putri Indonesia terus berlatih intensif, mengandalkan pemain diaspora seperti Iris De Rouw, Isabel Kopp, dan Felicia De Zeeuw, sambil menunggu keputusan PSSI terkait pengembangan kompetisi domestik untuk mendukung performa internasional ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan