Media Kampung – Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah, Sudadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya melakukan penyelidikan terkait laporan mengenai empat ekor kambing peliharaan warga di Lereng Gunung Lawu yang diduga dimangsa hewan buas. Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang bertanggung jawab atas kematian kambing tersebut.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ternak diserang oleh macan tutul atau satwa liar tertentu,” ujar Sudadi pada hari Rabu (21/10).

Tindakan BKSDA

Sudadi juga menjelaskan bahwa BKSDA telah mengimbau para peternak untuk memperkuat kandang dan menambah penerangan di sekitar lokasi pemeliharaan ternak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko satwa liar mendekati kandang maupun permukiman.

Selain menyelidiki dugaan serangan terhadap ternak di Tengklik, BKSDA juga menyiapkan tim untuk mengantisipasi kemungkinan satwa liar turun ke permukiman akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gunung Lawu. Sudadi menambahkan bahwa kebakaran tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi habitat satwa.

Potensi Ancaman Satwa Liar

Hingga saat ini, BKSDA belum menerima laporan mengenai satwa liar yang turun ke pemukiman akibat kebakaran di Gunung Lawu. Namun, sejumlah satwa seperti macan tutul, landak, burung, dan monyet ekor panjang sering terlihat di kawasan tersebut.

“Penanganan terhadap satwa yang diduga menyerang ternak di Tengklik akan ditentukan berdasarkan hasil identifikasi dan kondisi di lapangan. Satwa liar yang masih berada di habitat alaminya tidak serta-merta harus dievakuasi,” jelas Sudadi.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keamanan kandang ternak, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi mengenai jenis satwa yang diduga muncul di pemukiman Tengklik.