Media Kampung – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengumumkan bahwa Polri telah memulai penyelidikan terhadap kebakaran kapal feri KMP Batumandi yang terjadi di alur masuk penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan faktor teknis dan dugaan kesengajaan.
Suyudi menjelaskan bahwa Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolair) Baharkam Polri akan dilibatkan dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut. “Kita Polri, Korpolair nanti juga akan turun untuk membantu penyelidikan, apakah ini terjadi karena faktor-faktor teknis atau ada nonteknis,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dia menambahkan, penyelidikan tidak hanya akan berfokus pada kemungkinan gangguan teknis tetapi juga untuk mengetahui ada tidaknya unsur kesengajaan dari pihak tertentu. “Sehingga kita benar-benar bisa melihat lebih jauh lagi, karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin sengaja melakukan sebuah upaya yang tidak baik,” tuturnya. Namun, dugaan kesengajaan tersebut masih perlu didalami lebih lanjut.
Kebakaran KMP Batumandi dan Evakuasi Penumpang
Kebakaran KMP Batumandi terjadi saat kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 460 orang yang berada di kapal, terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru. Semua penumpang dan kru dievakuasi dalam keadaan selamat, meskipun 11 orang di antaranya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Insiden kebakaran terjadi pada pukul 17.15 WIB, ketika KMP Batumandi melaporkan kepada Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak bahwa terjadi kebakaran di kamar mesin. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan saat kejadian berada di alur masuk penyeberangan.
Detail Lainnya dan Laporan Awal
Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, lokasi kejadian dilaporkan berada pada koordinat 0556 520″ LS dan 10559 553″ BT. Laporan mengenai kebakaran di kamar mesin menjadi informasi penting untuk proses pendalaman penyelidikan, meskipun lokasi awal munculnya api belum cukup untuk menentukan penyebab kebakaran.












