Media Kampung – Vinicius Junior menorehkan catatan istimewa dalam kariernya di Piala Dunia. Penyerang Real Madrid itu berhasil menyamai rekor gol legenda Brasil, Ronaldinho, di ajang empat tahunan tersebut, namun dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit.
Gol yang dicetak Vinicius saat Brasil ditahan imbang 1-1 oleh Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026) pagi WIB, menjadi gol keduanya di turnamen ini. Ia kini memiliki koleksi dua gol dari tujuh penampilan di Piala Dunia, rasio yang lebih baik dibandingkan Ronaldinho yang membutuhkan 10 laga untuk mencetak jumlah gol yang sama.
Pencapaian ini sekaligus meneguhkan peran Vinicius sebagai andalan Brasil di lini depan. Dalam pertandingan di MetLife Stadium, New Jersey, ia menjadi penyelamat Selecao setelah Maroko unggul lebih dulu melalui gol Ismail Saibari pada menit ke-21.
Brasil sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dengan 54 persen, namun Maroko lebih sering mengancam dengan 13 tembakan berbanding delapan milik Brasil. Vinicius mencetak gol penyeimbang pada menit ke-33 melalui aksi individu yang memukau, menerobos sisi kanan pertahanan Maroko sebelum melepaskan tembakan terukur ke pojok gawang.
Hasil imbang ini membuat Brasil gagal meraih kemenangan di laga perdana Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974. Namun, mereka tetap menjaga rekor tak terkalahkan di pertandingan pertama Piala Dunia sejak 1938, dengan 17 kemenangan dan empat hasil imbang dalam 21 edisi terakhir.
Vinicius mengakui bahwa tekanan laga perdana dan kondisi lapangan menjadi faktor yang memengaruhi performa tim. “Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk. Yang pasti kami harus menguasai bola dan bergerak lebih baik,” ujarnya usai laga.
Bagi Maroko, hasil ini bersejarah karena untuk pertama kalinya mereka berhasil meraih poin sekaligus mencetak gol saat menghadapi wakil CONMEBOL di Piala Dunia. Tim asuhan Walid Regragui itu juga memperpanjang rekor tak terkalahkan di fase grup menjadi lima pertandingan beruntun.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi Brasil untuk bangkit dan memperbaiki performa. Vinicius dan rekan-rekannya diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tekanan turnamen dan menunjukkan kualitas sebagai salah satu favorit juara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan