Media KampungElizabeth Smart membuktikan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna. Perempuan yang diculik pada usia 14 tahun pada 5 Juni 2002 di Salt Lake City ini kini menjadi simbol perlawanan dan otonomi diri. Ia tidak hanya selamat, tetapi juga merebut kembali kendali atas tubuh dan hidupnya.

Selama sembilan bulan, Elizabeth ditawan oleh Brian David Mitchell dan istrinya, Wanda Barzee. Ia dipaksa mengikuti ritual aneh dan hidup dalam ketakutan. Namun, pada 12 Maret 2003, ia ditemukan saat berjalan di State Street, Sandy, Utah, bersama para penculiknya. Polisi mengenalinya berkat tayangan America’s Most Wanted.

Setelah selamat, Elizabeth memilih jalan yang berbeda. Ia tidak larut dalam trauma, tetapi aktif berbicara dan menulis buku, seperti Bringing Elizabeth Home (2003) dan My Story (2013). Ia juga mengubah tubuhnya melalui latihan beban dan pola makan tinggi protein, hingga meraih juara pertama kategori Fit Model Novice di NPC Wasatch Warrior pada April 2026.

Langkah Elizabeth mencerminkan konsep docile body dari Foucault. Tubuh yang dulu dipaksa patuh kini menjadi medan disiplin dari dalam diri. Ia menegosiasikan ulang makna kuasa atas dirinya sendiri, bukan lagi sekadar korban.

Mitchell dan Barzee akhirnya dihukum. Mitchell mendapat hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, sementara Barzee 15 tahun penjara. Kisah Elizabeth mengingatkan bahwa kejahatan mungkin menang sementara, tetapi tidak selamanya, selama masih ada yang ingat, bersuara, dan menolak diam.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.