Media Kampung – Bagi penggemar K-Pop dan K-Drama, istilah-istilah sayang dalam bahasa Korea tentu sudah tidak asing lagi. Popularitas budaya Korea telah membuat banyak orang tertarik mempelajari bahasa tersebut, termasuk berbagai panggilan mesra yang sering muncul dalam dialog drama atau lirik lagu. Dari sekadar penasaran hingga ingin digunakan sehari-hari, berikut dua belas panggilan sayang bahasa Korea yang wajib diketahui.
Panggilan Sayang yang Paling Populer
Salah satu panggilan yang paling sering terdengar adalah jagi-ya (자기야), yang berarti sayang atau kekasih. Panggilan ini menjadi favorit karena dapat digunakan oleh pasangan yang sudah menikah maupun yang masih berpacaran. Menariknya, jagi-ya juga kerap dipakai antarteman sebagai bentuk ungkapan sayang atau sekadar candaan.
Selain jagi-ya, ada yeobo (여보) yang umum digunakan oleh pasangan suami istri. Meski begitu, pasangan yang masih pacaran juga sering memakainya. Sementara itu, gwiyomi (귀요미) atau gwiyeomdungi (귀여운둥이) cocok untuk momen-momen kikuk atau naif di antara pasangan.
Ekspresi Cinta yang Lebih Dalam
Jika ingin mengungkapkan perasaan lebih dalam, nae sarang (내 사랑) yang berarti ‘cintaku’ bisa menjadi pilihan. Meski tidak selalu digunakan dalam percakapan sehari-hari, panggilan ini tetap terdengar indah dan mudah dipahami. Istilah aein (애인) menggabungkan kata cinta dan orang, sehingga berarti ‘kekasih’. Sementara yeonin (연인) juga berarti kekasih dan dapat merujuk pada pacar laki-laki maupun perempuan.
Bagi yang ingin menyebut cinta pertama, ada cheossarang (첫사랑). Ungkapan seperti “neo-neun na-ye cheossarangiya” berarti “kamu adalah cinta pertamaku”. Panggilan aegiya (애기야) berasal dari kata aegi yang secara harfiah berarti ‘bayi’, namun digunakan sebagai panggilan sayang layaknya ‘baby’ dalam bahasa Inggris.
Panggilan Posesif dan Formal
Panggilan naekko (내꺼) berarti ‘milikku’ atau ‘kekasihku’. Meskipun terdengar posesif, ini bisa menjadi cara penuh kasih sayang untuk memanggil pasangan. Untuk pasangan perempuan, gongjungnim (공주님) berarti ‘putri’ dan akhiran nim menunjukkan gelar formal. Sementara untuk pria, wangjangnim (왕자님) berarti ‘pangeran’ dan juga menggunakan akhiran nim sebagai penghormatan.
Terakhir, seobangnim (서방님) atau seobang secara informal berarti ‘suami’. Istilah ini memiliki akar sejarah yang dalam di Korea, meskipun di Korea modern lebih sering digunakan untuk menantu laki-laki daripada suami. Dengan beragam pilihan ini, pasangan dapat memilih panggilan sayang bahasa Korea yang paling sesuai dengan hubungan mereka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan