Media Kampung – Penelitian terbaru mengungkap bahwa menghabiskan waktu di ruang hijau selama minimal 20 menit dapat memberikan dampak positif signifikan bagi kesehatan fisik dan mental masyarakat. Keberadaan pepohonan, aroma tanaman, dan suara alam secara alami memicu respons relaksasi dalam tubuh yang menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak jantung.

Laporan BBC berjudul “How 20 minutes of nature can boost your health” yang dirilis pada Oktober 2025 menyajikan berbagai temuan ilmiah terkait manfaat ruang hijau. Profesor keanekaragaman hayati dari Universitas Oxford, Baroness Kathy Willis, menjelaskan bahwa berada di lingkungan hijau menyebabkan perubahan fisiologis nyata seperti penurunan tekanan darah dan detak jantung yang lebih lambat, menandakan kondisi tubuh yang lebih tenang.

Dalam penelitian yang melibatkan hampir 20 ribu responden di Inggris, ditemukan bahwa mereka yang rutin menghabiskan setidaknya 120 menit setiap minggu di ruang terbuka hijau melaporkan kesehatan yang lebih baik dan kesejahteraan psikologis yang meningkat. Ini menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan di alam bukan hanya menyegarkan pikiran tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik.

Selain menenangkan pikiran, interaksi dengan alam juga berdampak pada sistem hormonal tubuh. Paparan langsung di luar ruangan dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Willis menambahkan bahwa aroma pohon cemara Jepang atau Hinoki mampu mengurangi hormon adrenalin dan meningkatkan sel pembunuh alami yang membantu melawan virus dalam tubuh.

Selain itu, kontak dengan tanah dan tumbuhan membantu memperkaya mikrobioma tubuh melalui paparan bakteri baik yang tersedia secara alami di lingkungan hijau. Aktivitas sederhana seperti berjalan di taman, berkebun, atau menikmati ruang terbuka menjadi metode mudah dan murah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat secara menyeluruh.

Penemuan ini memberikan dasar ilmiah kuat untuk mendorong pengembangan dan pemeliharaan ruang hijau di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Dengan adanya bukti nyata manfaat kesehatan dari ruang hijau, pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama memprioritaskan akses yang lebih luas terhadap alam terbuka sebagai bagian dari strategi kesehatan publik.

Ruang hijau bukan hanya soal estetika atau pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai masalah kesehatan akibat stres dan gaya hidup modern. Temuan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan memanfaatkan alam sebagai sumber kesehatan yang alami dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.