Media Kampung – 16 April 2026 | Messi kini berada di tengah skandal hukum di Miami setelah promotor Amerika menuduhnya melanggar kontrak dan mengancam denda setara Rp112 miliar karena diduga melakukan penipuan dalam dua laga persahabatan Oktober 2025.

Penggugat, VID Music Group, mengajukan gugatan ke Pengadilan Miami-Dade pada bulan April 2026, menuntut Lionel Messi dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas pelanggaran kontrak bernilai jutaan dolar.

Kontrak yang ditandatangani pada musim panas 2025 memberi VID hak eksklusif mengatur dua pertandingan persahabatan Timnas Argentina melawan Venezuela dan Puerto Rico, dengan ketentuan Messi harus bermain minimal tiga puluh menit per laga kecuali cedera.

VID mencatat bahwa Messi tidak tampil dalam laga melawan Venezuela pada 10 Oktober 2025, hanya menyaksikan pertandingan dari ruang khusus di Stadion Hard Rock, Florida Selatan, yang dianggap sebagai pelanggaran material.

Karena ketidakhadiran tersebut, VID menilai kerugian jutaan dolar akibat penurunan penjualan tiket, menurunkan harga tiket menjadi USD 25, dan menghitung potensi denda sebesar Rp112 miliar jika putusan menguntungkan mereka.

Sehari setelah absen, Messi muncul bersama Inter Miami dan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Atlanta pada 17 Maret 2025, serta berpartisipasi dalam kemenangan 6-0 melawan Puerto Rico pada 14 Oktober 2025, menunjukkan kemampuan bermainnya tetap tinggi.

“Partisipasi Messi merupakan komponen utama kontrak dan berhubungan langsung dengan kelayakan komersial pertandingan,” ujar Ralph Patino, penasihat hukum VID Music Group, dalam pernyataan resmi Rabu malam waktu setempat.

AFA belum memberikan komentar resmi mengenai tuntutan tersebut, meskipun keduanya tetap menolak tuduhan penipuan dan menegaskan tidak ada pelanggaran yang disengaja.

Messi dikenal sebagai magnet utama penonton; kehadirannya biasanya mendorong kenaikan signifikan harga tiket dan sponsor, sehingga absennya berdampak langsung pada pendapatan penyelenggara.

Awalnya pertandingan melawan Venezuela direncanakan di Chicago, namun penurunan penjualan tiket dipicu oleh operasi imigrasi ICE yang memengaruhi minat penonton, sehingga venue dipindahkan ke Florida.

Jika pengadilan memutuskan mendukung VID, Messi dan AFA dapat dikenai sanksi finansial yang melampaui denda Rp112 miliar, termasuk ganti rugi tambahan atas kerugian komersial yang belum terhitung.

Tim pertahanan Messi berpotensi mengklaim pengecualian karena jadwal padat dengan kompetisi MLS dan persiapan Piala Dunia 2026, serta menegaskan tidak ada cedera yang menghalangi penampilan.

Reaksi publik terbagi; sebagian penggemar menilai Messi harus menepati komitmen komersial, sementara yang lain menekankan pentingnya kebebasan atlet dalam menentukan prioritas kompetisi.

Saat ini proses hukum masih dalam tahap awal, belum ada jadwal sidang resmi, dan kedua belah pihak masih berupaya mencari penyelesaian di luar pengadilan.

Meski menghadapi tekanan hukum, Messi tetap fokus pada persiapan Piala Dunia 2026, berusaha menjaga performa bersama Inter Miami dan Timnas Argentina menjelang turnamen utama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.