Media Kampung – 09 April 2026 | Wakil Ketua MPR RI Ibas menegaskan perlunya penguatan tiga pilar kebijakan nasional untuk mengatasi gejolak ekonomi global.

Strategi fiskal diarahkan untuk menstabilkan pendapatan negara, meningkatkan efisiensi belanja, dan memperluas basis pajak.

Strategi energi fokus pada diversifikasi sumber energi, mempercepat transisi ke energi terbarukan, serta mengurangi ketergantungan impor.

Perlindungan sosial diharapkan dapat menjamin kesejahteraan lapisan rentan melalui program jaminan kesehatan, pensiun, dan bantuan langsung tunai.

Ibas menyampaikan bahwa ketiga strategi tersebut saling melengkapi dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga:

Dalam diskusi kebangsaan pekan ini, para ahli dan praktisi menyoroti dampak inflasi tinggi serta gangguan rantai pasokan internasional.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan penerimaan pajak melalui reformasi perpajakan yang adil dan transparan.

Di bidang energi, Ibas menekankan pentingnya mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan angin di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa keamanan energi harus dijaga dengan mengembangkan cadangan strategis minyak dan gas.

Program perlindungan sosial yang diusulkan mencakup penyesuaian tunjangan bagi pekerja informal dan keluarga berpendapatan rendah.

Ibas menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh menjadi beban jangka panjang, melainkan jembatan menuju kemandirian ekonomi.

Diskusi tersebut juga membahas tantangan perubahan iklim yang memperparah ketidakpastian pasar energi global.

Ibas menyatakan bahwa adaptasi iklim harus menjadi bagian integral dari kebijakan energi nasional.

Ia mengutip data BPS yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,9% pada kuartal terakhir.

Baca juga:

Data tersebut menambah urgensi bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan fiskal yang mendukung investasi produktif.

Pada sesi tanya jawab, anggota MPR menanyakan langkah konkret yang akan diambil dalam tiga strategi tersebut.

Ibas menjawab bahwa kementerian terkait akan menyusun roadmap tahunan dengan target terukur dan indikator kinerja utama.

Ia menambahkan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan oleh lembaga pengawas independen untuk memastikan akuntabilitas.

Pemerintah juga berencana membuka dialog multistakeholder dengan sektor swasta, akademisi, dan LSM dalam rangka menyelaraskan kebijakan.

Ibas menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengimplementasikan strategi yang kompleks.

Sementara itu, pasar modal menunjukkan reaksi positif terhadap sinyal kebijakan yang lebih terarah dan konsisten.

Indeks LQ45 mengalami kenaikan 2,3% setelah pernyataan Ibas disiarkan di media nasional.

Analis pasar menilai bahwa kejelasan strategi fiskal dan energi dapat menurunkan persepsi risiko investasi asing.

Baca juga:

Mereka memperingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik, terutama di kawasan Asia‑Pasifik, tetap menjadi faktor pengganggu.

Ibas menutup diskusi dengan harapan bahwa Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat meski berada di tengah gejolak global.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan ekonomi, mengurangi kerentanan eksternal, dan memastikan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.