Kementerian Haji dan Umrah resmi melantik sejumlah pejabat eselon I, termasuk mantan Penyelidik Utama KPK yang dikenal sebagai “raja OTT”, Harun Al Rasyid. Prosesi pelantikan berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Thamrin, Jakarta Pusat, pada 26 November 2025 dan diumumkan pada Selasa (2/12/2025). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, dan disaksikan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 185/TPA Tahun 2025 ini menetapkan beberapa pejabat baru, di antaranya Sekretaris Jenderal Teguh Dwi Nugroho, Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Dirjen Pelayanan Haji Ian Heriyawan, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid, Inspektur Jenderal Dendi Suryadi, serta Staf Ahli Bidang Manajemen dan Transformasi Layanan Publik Ramadhan Harisman.
Dalam sambutannya, Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi langkah penting untuk mempercepat perubahan tata kelola haji dan umrah di Indonesia. Ia menilai prosesi pelantikan di masjid menjadi pengingat bahwa jabatan tersebut membawa misi pelayanan. Ia juga menegaskan bahwa kementerian ini dibentuk bukan dalam kondisi nyaman, tetapi untuk menjawab tuntutan reformasi layanan ibadah haji dan umrah.
Kepada para pejabat yang dilantik, Irfan menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dan kemampuan menjadi agen perubahan. Ia menyebut bahwa para pejabat tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi dituntut mampu bergerak cepat dan memperkuat komunikasi publik karena masyarakat menantikan perbaikan nyata.
Ia juga menambahkan bahwa kementeriannya tidak alergi terhadap kritik. Baginya, kritik merupakan bagian dari proses transparansi, selama kementerian bekerja dengan integritas dan semangat pengabdian. Irfan optimistis bahwa Kementerian Haji dan Umrah dapat berkembang menjadi lembaga yang profesional, modern, dan inovatif melalui kerja bersama. (putri).
















