Media Kampung, Jakarta – Seorang pelajar SMP kelas 9 dari SMPN 92 Jakarta Timur ditemukan meninggal dunia di pinggir kali Jalan Poncol Atas, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi menerima laporan temuan mayat sekitar pukul 13.00 WIB dan segera melakukan penyelidikan.
Korban ditemukan pertama kali oleh petugas PPSU setelah mendapatkan informasi dari seorang pemulung yang sedang mencari barang bekas di pinggir kali. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah dengan kemeja putih dan celana panjang biru. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal dari pihak kepolisian.
Temuan Barang dan Pesan di Lokasi Kejadian
Di sekitar lokasi ditemukan beberapa barang milik korban, termasuk tas, selembar tulisan, dan sebuah pisau. Pesan yang tertulis pada kertas tersebut ditujukan kepada orang tua dan teman-teman korban. Isi pesan menyatakan permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada teman-teman yang telah berbuat baik. Pesan tersebut mengindikasikan bahwa korban memilih mengakhiri hidupnya karena merasa belum bisa menjadi anak yang berbakti dan tidak ingin merugikan orang lain.
Keterangan dari Pihak Sekolah dan Polisi
Kepala SMPN 92 Jakarta Timur membenarkan bahwa korban adalah siswanya yang tidak mengikuti ujian pada hari kejadian. Pihak kepolisian dari Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian dan menggali informasi lebih lanjut terkait peristiwa ini.
Dukungan dan Imbauan untuk Pencegahan
Polisi dan pihak terkait mengimbau agar bunuh diri tidak dijadikan jalan keluar atas persoalan hidup. Mereka mendorong masyarakat khususnya pelajar untuk segera mencari pertolongan jika menghadapi tekanan atau masalah mental. Bantuan dapat diperoleh melalui layanan darurat atau sumber dukungan psikologis seperti di www.healing119.id, telepon darurat 119 ext. 8, atau WhatsApp 62 813-8007-3120.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pelajar dan perlunya dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat agar masalah yang dialami tidak berujung pada tragedi serupa.











Tinggalkan Balasan