Media Kampung – 10 April 2026 | Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan langkah intensif untuk memperkuat pengawasan perairan setelah penemuan besar sisik trenggiling yang diselundupkan melalui pelabuhan provinsi.

Penemuan tersebut melibatkan sekitar 780 kilogram sisik trenggiling yang diduga diproses menjadi produk makanan laut premium di pasar internasional.

Operasi patroli Badan Keamanan Laut (BAKTL) di wilayah Teluk Banten pada awal pekan ini berhasil menemukan dan menyita barang selundup itu.

Tim penyidik kemudian mengamankan kapal yang diduga menjadi sarana pengangkutan serta menahan beberapa tersangka terkait.

Andra Soni menegaskan bahwa kasus ini mengungkap celah pengawasan yang harus segera ditutup oleh otoritas daerah.

“Kami tidak akan membiarkan praktik ilegal mengancam sumber daya perikanan dan ekonomi lokal,” ujar gubernur dalam konferensi pers di kantor Walikota Serang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan meningkatkan koordinasi dengan BAKTL, Satpol PP, dan Dinas Perikanan untuk menanggulangi kasus serupa.

Langkah konkret meliputi penambahan titik kontrol di pelabuhan, pemasangan kamera pengawas, dan penggunaan teknologi pelacakan satelit.

Selain itu, akan diadakan pelatihan intensif bagi petugas kepolisian maritim tentang teknik deteksi barang selundup.

Pemerintah juga berencana menegakkan sanksi yang lebih berat terhadap pelaku, termasuk denda hingga puluhan miliar rupiah.

Penyelundupan sisik trenggiling biasanya melibatkan jaringan kriminal yang menghubungkan nelayan, pedagang, dan eksportir luar negeri.

Sisik trenggiling memiliki nilai jual tinggi karena diproses menjadi bahan baku suplemen kesehatan dan kosmetik.

Kegiatan ilegal tersebut dapat merusak ekosistem laut, mengurangi populasi trenggiling, dan menurunkan pendapatan nelayan lokal.

Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan serta pelibatan komunitas nelayan dalam pemantauan.

Sebagai bagian dari program, pemerintah akan membentuk forum koordinasi bulanan antara otoritas maritim dan perwakilan komunitas.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran informasi mengenai pola penyelundupan dan strategi pencegahan.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengirimkan tim pendukung untuk membantu penyusunan prosedur standar operasional.

Tim KKP juga akan menyediakan peralatan deteksi modern, termasuk sonar dan drone pengintai.

Pemerintah pusat mendukung kebijakan daerah dengan menyiapkan dana khusus untuk peningkatan kapasitas pengawasan.

Dalam rapat koordinasi, Gubernur menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan konsisten dan transparan.

Ia menolak segala bentuk toleransi terhadap pelanggaran yang dapat merugikan negara dan masyarakat.

Kasus sisik trenggiling ini menambah daftar panjang barang ilegal yang berhasil dibongkar di wilayah Jawa Barat dan Banten dalam dua tahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai total penyelundupan hasil perikanan di Indonesia mencapai lebih dari 1,5 miliar dolar AS per tahun.

Dengan langkah pengawasan yang lebih ketat, Banten berharap dapat menurunkan angka penyelundupan secara signifikan.

Pemerintah provinsi juga mengajak pelaku usaha legal untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui hotline yang telah disediakan.

Upaya sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mengembalikan keamanan perairan serta melindungi sumber daya alam Banten.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.