Media Kampung – 09 April 2026 | Polisi setempat menerima laporan pada Jumat pagi tentang seorang anak berusia sekitar 10 tahun yang menjadi korban perampokan di wilayah Ciomas, Bogor, saat sedang menggunakan ponsel di pinggir jalan. Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh satuan Reskrim setempat.

Saat peristiwa berlangsung, seorang pengguna media sosial merekam aksi perampasan dan video tersebut kemudian tersebar luas melalui platform berbagi video. Rekaman menampilkan proses pengambilan ponsel serta respons warga yang terkejut.

Pihak kepolisian mengamankan video tersebut sebagai bukti utama dan mengidentifikasi lokasi tepat peristiwa di Jalan Raya Ciomas, dekat persimpangan Jalan Kp. Sawah. Petugas melakukan pencarian terhadap pelaku dengan memanfaatkan rekaman visual.

Kepala Unit Reskrim Bogor, Kombes Pol. Agus Prasetyo, menyatakan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada penelusuran identitas pelaku melalui jejak digital dan saksi yang berada di sekitar lokasi. Ia menambahkan bahwa tindakan perampokan terhadap anak di ruang publik tidak dapat ditoleransi.

Selanjutnya, aparat meminta bantuan publik untuk memberikan informasi tambahan, terutama jika ada yang mengenali ciri‑ciri penyerang atau memiliki rekaman lain yang belum dipublikasikan. Setiap kontribusi akan diproses secara rahasia.

Baca juga:

Polisi juga menegaskan pentingnya kesadaran orang tua akan keamanan anak ketika berada di area publik, khususnya ketika anak menggunakan perangkat elektronik. Pengawasan aktif dapat meminimalisir risiko menjadi sasaran kriminal.

Kasus ini menambah daftar insiden kriminal serupa yang terjadi di wilayah Bogor dalam beberapa minggu terakhir, termasuk pencurian sepeda motor dan perampokan di pasar tradisional. Peningkatan angka kejahatan kecil menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Ahli kriminologi, Dr. Rina Suryani, mengutip data kepolisian yang menunjukkan tren peningkatan perampokan terhadap anak muda yang membawa gadget. Menurutnya, faktor kemudahan akses barang elektronik menjadi motivasi utama pelaku.

Di sisi lain, penggunaan media sosial sebagai sarana penyebaran video mempercepat respons publik dan memungkinkan polisi memperoleh petunjuk lebih cepat. Namun, hal tersebut juga menimbulkan risiko penyebaran konten berbahaya tanpa filter.

Hingga kini, belum ada laporan resmi tentang keberadaan ponsel yang dicuri, namun pihak kepolisian berjanji akan terus mengejar jejak barang bukti hingga menemukan pelaku. Jika terbukti bersalah, mereka akan diproses sesuai Undang‑Undang.

Baca juga:

Keluarga korban menyatakan rasa terkejut dan prihatin atas kejadian tersebut, sekaligus berharap agar pihak berwenang dapat menyelesaikan kasus dengan cepat. Mereka juga meminta masyarakat lebih berhati‑hati ketika berada di area yang kurang terpantau.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perhubungan mengingatkan pengendara dan pejalan kaki untuk tidak berhenti di tempat yang tidak aman, terutama di jalan raya yang ramai. Langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kejahatan serupa.

Sementara itu, komunitas lokal di Ciomas mengorganisir ronda malam dan pemasangan kamera pengawas di titik rawan untuk meningkatkan rasa aman. Upaya kolaboratif antara warga dan aparat diharapkan dapat menurunkan angka kriminalitas.

Dengan penyelidikan yang masih berjalan, polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan segala temuan terkait perampokan ini, demi menegakkan keadilan dan memberikan rasa aman kembali bagi anak‑anak di Bogor. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: