Media Kampung, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa anak-anak penyandang disabilitas tidak sendirian dalam memperjuangkan hak dan masa depan mereka. Hal ini disampaikan saat menghadiri pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 12 Oktober 2026.
Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan dukungan kepada anak-anak penyandang disabilitas, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan. Ia mengapresiasi perjuangan penyelenggara SPEKIX, Sri Hartati atau yang akrab disapa Doti, yang telah menginisiasi kegiatan tersebut selama tujuh tahun.
“Jadi Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya, Mbak Doti, dan teman-teman sekalian, terima kasih atas undangannya. Ingin menyampaikan bahwa aduh, gua mau nangis nanti,” kata Pramono dengan suara bergetar.
Pramono mencontohkan dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dengan memberangkatkan 120 anak beserta orang tua dan pelatih mereka untuk mengikuti olimpiade anak berkebutuhan khusus di Kupang. “Pesan saya hanya satu. Anak-anak ini, berilah kesempatan untuk menampilkan apa pun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan berbagai fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Jakarta saat ini memiliki 88 Sekolah Luar Biasa (SLB), terdiri dari 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Pemprov DKI juga memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) disiapkan untuk mendukung pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pramono bahkan membuka peluang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk memperoleh beasiswa melalui program LPDP Jakarta yang direncanakan mulai berjalan tahun depan.
“Bahkan Jakarta mulai tahun depan ada yang namanya LPDP untuk Jakarta. Jumlahnya antara 50 sampai 75, dan saya pengin di antara anak ini kalau kemudian ada LPDP untuk anak berkebutuhan khusus mau sekolah kuliah di luar negeri, dengan senang hati Mbak Doti, kami akan memberikan fasilitas itu,” tuturnya.
Di bidang kesehatan, Pramono menyebut Jakarta memiliki 44 Puskesmas dan 31 rumah sakit yang memberikan layanan ramah disabilitas. Pemprov DKI juga memiliki 584 personel Pasukan Putih yang memberikan pelayanan langsung dari kampung ke kampung, terutama kepada penyandang disabilitas.













