Media Kampung – 10 April 2026 | BPJS Kesehatan cabang Sidoarjo menegaskan bahwa seluruh petugas kloter Ibadah Haji Kabupaten Sidoarjo telah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepesertaan JKN dianggap krusial karena memberikan perlindungan kesehatan sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji.
Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo, Munaqib, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi sinergitas pada Jumat, 10 April 2026.
Ia menekankan bahwa petugas yang aktif dalam JKN akan lebih tenang dalam melaksanakan tugas mulia mengawal jamaah haji.
“Kepesertaan aktif BPJS Kesehatan menjadi sangat penting bagi para perangkat kloter yang bertugas mengawal para jamaah haji nanti,” ujar Munaqib.
Munaqib menambahkan bahwa layanan daring memudahkan pengecekan status kepesertaan.
Petugas dapat memeriksa melalui aplikasi Mobile JKN, layanan call center 165, atau layanan WhatsApp Pandawa di 0811‑8165‑165.
Pengecekan rutin dianggap penting untuk memastikan kepesertaan tetap aktif.
“Saat ini, semuanya bisa melakukan pengecekan status kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 dan juga Pandawa,” tambahnya.
Ia mengajak seluruh petugas mengunduh aplikasi Mobile JKN pada perangkat masing-masing.
Aplikasi tersebut memungkinkan perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama secara online serta fitur administratif lainnya.
“Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN di gawainya masing-masing ya,” pesan Munaqib.
Dalam acara yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan.
Eliana mengonfirmasi bahwa seluruh petugas haji telah terdaftar sebagai peserta JKN aktif.
“Kepesertaan JKN aktif kepada petugas haji memang menjadi sebuah kewajiban dan alhamdulillah seluruhnya sudah terdaftar,” ujar Eliana.
Ia menekankan pentingnya pengecekan status secara berkala.
“Dari apa yang sudah dijelaskan oleh BPJS Kesehatan, bahwa untuk pengecekakan bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 atau Pandawa,” jelas Eliana.
Eliana juga memberikan saran gaya hidup sehat bagi petugas, termasuk olahraga, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi.
Pesan tersebut ditujukan agar petugas tetap fit saat menjalankan tugas di Tanah Suci.
BPJS Kesehatan menegaskan bahwa jaminan kesehatan tidak hanya melindungi petugas selama perjalanan, tetapi juga selama proses persiapan.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat.
Kepala BPJS Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan institusi kesehatan.
Kerjasama tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas program JKN di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Data internal menunjukkan peningkatan jumlah peserta JKN di kalangan petugas haji dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini mencerminkan kesadaran yang lebih tinggi akan manfaat asuransi kesehatan.
Pihak BPJS berkomitmen menyediakan layanan yang mudah diakses, termasuk melalui platform digital.
Penggunaan aplikasi Mobile JKN diharapkan mengurangi kebutuhan kunjungan ke kantor secara langsung.
Selain itu, layanan Pandawa menyediakan bantuan administratif melalui chat WhatsApp.
Nomor layanan tersebut dapat dihubungi 24 jam untuk pertanyaan terkait kepesertaan.
BPJS Kesehatan juga menyiapkan tim khusus untuk membantu petugas haji yang mengalami kendala teknis.
Tim tersebut berkoordinasi dengan kantor Kementerian Haji dan Umroh setempat.
Keberhasilan program ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan JKN bagi pekerja sektor keagamaan.
Pengawasan berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan semua petugas tetap terdaftar dan aktif.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada petugas yang terpapar risiko kesehatan tanpa perlindungan.
BPJS Kesehatan Sidoarjo menutup rapat dengan harapan semua petugas haji menjalankan tugas dengan selamat dan sehat.
Keberlangsungan program JKN diharapkan terus mendukung kesiapan pelaksanaan ibadah haji di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan