Media Kampung – Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan bahwa kebijakan pembelajaran jarak jauh di wilayah Riyadh akan diperpanjang hingga 22 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan yang masih mengkhawatirkan setelah serangan rudal yang terjadi baru-baru ini.
Keputusan Pembelajaran Daring
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosial, kementerian menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung secara daring. Siswa dan tenaga pengajar akan menggunakan platform Madrasati dan platform pendidikan resmi lainnya untuk melaksanakan kegiatan ini.
Situasi Keamanan di Riyadh
Sebelumnya, sekolah-sekolah di Riyadh dan Kegubernuran Diriyah beralih ke pembelajaran daring mulai 11 Oktober 2026, satu hari setelah serangan rudal menargetkan Bandar Udara Internasional King Khalid. Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Tindakan Pencegahan
Pemerintah Arab Saudi menganggap perpanjangan pembelajaran jarak jauh ini sebagai langkah penting untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari potensi ancaman. Dengan kebijakan ini, diharapkan pendidikan di Riyadh dan Diriyah dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan semua pihak yang terlibat.












