Media Kampung – Republik Islam Iran secara tegas menuding Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pengkhianat akibat menjalin kerja sama dengan Zionis Israel. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis lalu saat menghadiri KTT BRICS di India.
Dalam unggahan di Telegram, Araghchi menuduh UEA mengambil peran aktif dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ia menyebutkan bahwa UEA terlibat dalam agresi terhadap negaranya dan menolak mengutuk serangan tersebut sejak awal. Pernyataan ini juga menyinggung adanya pertemuan rahasia antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang terjadi selama masa perang, meskipun Abu Dhabi sebelumnya membantah kunjungan tersebut.
Araghchi menambahkan bahwa UEA bukan hanya berperan dalam agresi tersebut, tetapi kemungkinan juga terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan seusai kunjungannya ke Rusia dan dimuat oleh kantor berita resmi Iran, IRNA. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan UEA terhadap rezim Zionis dan Amerika Serikat tidak akan menjamin keamanan mereka, serta menyinggung dampak keberadaan pangkalan militer AS di wilayahnya.
Lebih jauh, Araghchi menekankan pentingnya hubungan baik antara Iran dan UEA sebagai negara tetangga. Ia mengajak kedua negara untuk mengubah pendekatan keamanan yang selama ini lebih mengandalkan kerja sama dengan kekuatan asing, menuju kerja sama timbal balik yang lebih konstruktif dan damai.
Ketegangan antara Iran dan UEA memang telah berlangsung lama, tetapi memuncak sejak 28 Februari 2026 ketika serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk UEA. Setelah beberapa waktu, gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku sejak 8 April 2026.
Iran berulang kali menuduh negara-negara Teluk, termasuk UEA, mengizinkan pasukan AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, negara-negara Teluk membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan mereka tidak mengizinkan wilayah maupun ruang udara digunakan untuk menyerang Iran.
Media pemerintah Iran bahkan menayangkan analis yang menuduh keterlibatan UEA dalam serangan terhadap Iran. Di sisi lain, pemerintah UEA menyalahkan militer pemerintah Iran atas serangan pesawat tak berawak yang terjadi di instalasi energi di Fujairah pada awal bulan ini, klaim yang dibantah oleh Teheran.
Situasi ini menunjukkan tingginya ketegangan dan kecurigaan antara kedua negara di tengah konflik regional yang melibatkan kekuatan besar. Pernyataan keras dari pejabat Iran ini menjadi sorotan dalam dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan