Media Kampung – 17 April 2026 | Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengutuk rencana Israel untuk menunjuk utusan diplomatik di Somaliland, menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan Somalia dan dapat memicu ketegangan di kawasan Afrika Timur Laut.
Pengumuman OKI disampaikan pada Senin, 15 April 2024, melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Abdul Rahman al-Baz. OKI menegaskan bahwa setiap upaya mengintervensi urusan dalam negeri Somalia bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip hukum internasional.
Pemerintah Federal Republik Somalia menolak keras rencana tersebut dan menegaskan kembali klaim kedaulatannya atas seluruh wilayah Somalia, termasuk Somaliland, yang memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1991.
Somaliland, yang secara de‑facto mengelola pemerintahan sendiri sejak 1991, belum mendapatkan pengakuan resmi dari PBB maupun mayoritas negara anggota dunia, meski telah melakukan reformasi institusional dan menggelar pemilihan umum secara periodik.
Beberapa negara anggota Uni Afrika menyatakan keprihatinan atas potensi konflik kepentingan yang dapat timbul jika Israel melanjutkan rencana tersebut, mengingat hubungan diplomatik Israel dengan negara‑negara Afrika kini sedang mengalami dinamika yang kompleks.
“Penunjukan utusan Israel di Somaliland jelas melanggar prinsip kedaulatan dan menambah beban diplomatik bagi Somalia,” kata Dr. Abdul Rahman al-Baz dalam pernyataan OKI, menambahkan bahwa OKI siap memfasilitasi dialog multilateral untuk menyelesaikan sengketa ini.
Para ahli hubungan internasional memperingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat memicu persaingan geopolitik antara kekuatan Barat dan negara‑negara di wilayah Sahel serta menambah ketidakstabilan di daerah yang sudah rawan konflik bersenjata.
Pihak Kedutaan Besar Israel di Nairobi menanggapi bahwa keputusan penunjukan utusan masih dalam tahap pertimbangan internal dan belum ada keputusan final, sambil menegaskan komitmen Israel untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara‑negara di Afrika timur laut.
Saat ini, OKI terus memantau perkembangan situasi dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk menolak segala bentuk intervensi yang dapat mengganggu integritas wilayah Somalia, sambil mengajak semua pihak menjunjung dialog damai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan