Media Kampung – 07 April 2026 | Hong Kong tetap menjadi pusat keuangan global pada 2026, dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi dan atraksi wisata alam yang semakin menarik. Kota ini juga menyaksikan konsentrasi kekayaan pada sejumlah taipan yang menguasai sektor properti, infrastruktur, dan perdagangan.
Lima orang terkaya di Hong Kong bersama keluarga mereka memiliki total kekayaan lebih dari 141,2 miliar dolar AS. Empat keluarga legendaris, termasuk Li Ka-shing, Lee, Cheng, Lee Kum Kee, dan Kwong, tetap mengendalikan porsi terbesar dari kekayaan tersebut.
Li Ka-shing menempati peringkat teratas dengan nilai bersih sekitar 45,1 miliar dolar AS. Kekayaan itu tumbuh berkat portofolio luas CK Hutchison, CK Asset, dan investasi di bidang energi, telekomunikasi, serta infrastruktur global.
Li memulai kariernya dari usaha plastik kecil setelah putus sekolah, kemudian beralih ke properti yang menjadi sumber utama pendapatannya. Pendekatan investasinya menekankan jangka panjang, yang terbukti tahan terhadap fluktuasi pasar global.
Peter Lee Ka Kit dan Martin Lee Ka Shing, putra Lee Shau Kee, mengelola kekayaan gabungan sekitar 34,9 miliar dolar AS melalui Henderson Land Development. Mereka berhasil memperluas portofolio properti keluarga sambil menjaga stabilitas perusahaan setelah transisi kepemimpinan yang terencana.
Lee Shau Kee membangun kerajaan properti dari perdagangan emas dan valuta asing sebelum menguasai pasar real estate Asia. Proses suksesi kepada generasi berikutnya berlangsung perlahan, memastikan kesinambungan strategi bisnis.
Selain dua keluarga di atas, keluarga Cheng dan Kwong juga berkontribusi signifikan pada total kekayaan kota, meski detail nilai masing‑masing tidak dipublikasikan. Dominasi mereka menegaskan pentingnya jaringan bisnis lintas generasi dalam ekonomi Hong Kong.
Di samping kekayaan finansial, Hong Kong mengembangkan sektor pariwisata alam yang dipromosikan oleh Hong Kong Tourism Board bekerja sama dengan merek outdoor EIGER. Kolaborasi ini melibatkan tiga kreator konten Indonesia yang menjelajahi pulau, gunung, dan kawasan berkemah.
Salah satu destinasi yang diunggulkan adalah GO PARK di Sai Sha, tempat aktivitas air seperti kayak, stand‑up paddleboarding, dan tur berpemandu. Vanessa Amanda, kreator yang ikut, menilai kegiatan tersebut aman bagi pemula karena instruksi langkah demi langkah.
Pulau Sharp (Kiu Tsui Chau) di dekat Sai Kung menawarkan formasi geologi unik serta pasir tombolo yang muncul saat air surut. Arvino menggambarkan suasana pulau sebagai ‘tenang, menenangkan, dan cocok untuk kayaking’.
Niki Putra menambahkan bahwa keindahan panorama pulau memberikan kesan ‘amazing’ dan menekankan kebersihan lingkungan yang masih alami. Pulau tersebut masuk dalam kawasan UNESCO Global Geopark, yang dikelola untuk melindungi ekosistemnya.
Hong Kong UNESCO Global Geopark mencakup banyak pulau tak berpenduduk yang dapat dieksplorasi dengan feri atau perahu pribadi. Pengunjung dapat melihat formasi batuan, terumbu karang, dan tebing berlubang yang memukau, seperti yang dicatat Niki dalam video POV‑nya.
Tai Mo Shan, puncak tertinggi Hong Kong dengan ketinggian 957 meter, menjadi tujuan favorit para pendaki. Vanessa menyebut pengalaman mendaki pagi hari memberi pemandangan kota dan laut awan yang jarang terlihat.
Jalur pendakian Tai Mo Shan beragam, mulai dari trek mudah hingga rute menantang, sehingga dapat diakses oleh pemula hingga pendaki berpengalaman. Persiapan yang tepat memungkinkan keluarga dan lansia juga menikmati pemandangan dari ketinggian.
Kombinasi antara kekayaan ekonomi dan potensi wisata alam menciptakan sinergi baru bagi Hong Kong. Investor domestik dan internasional menilai keberlanjutan pertumbuhan kota semakin didukung oleh diversifikasi sektor.
Pemerintah Hong Kong terus memfasilitasi investasi melalui kebijakan pajak yang kompetitif dan dukungan infrastruktur. Upaya tersebut memperkuat posisi kota sebagai hub keuangan sekaligus destinasi eco‑tourism.
Para taipan yang memegang kendali atas sektor properti dan infrastruktur kini turut menambah investasi pada proyek wisata berkelanjutan. Pendekatan tersebut mencerminkan tren global menuju pengembangan yang ramah lingkungan.
Dengan nilai kekayaan total mencapai lebih dari 141,2 miliar dolar AS dan peningkatan minat wisata alam, Hong Kong menegaskan dirinya sebagai kota multikategori yang dinamis. Kedepannya, keseimbangan antara bisnis kelas dunia dan pelestarian alam menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan