Media Kampung – 09 Maret 2026 | Manama – Pada hari Minggu, Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan-serangan Iran yang ia sebut “tidak dapat dibenarkan” dan “tidak pernah terjadi sebelumnya”. Dalam sebuah pidato televisi yang disiarkan oleh TV negara Bahrain menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, sang monarki menegaskan posisi Bahrain sebagai negara damai yang selalu mengedepankan kerjasama dan persaudaraan antarnegara.

Raja Hamad menyoroti bahwa serangan tersebut tidak hanya menargetkan Bahrain, melainkan juga negara-negara lain di kawasan Teluk. Ia menambahkan, “Kami menyesali apa yang telah dialami negara kami serta saudara-saudara kami yang bersahabat dari serangan tak terduga yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun oleh Iran.” Pernyataan ini muncul setelah Iran menanggapi serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Reaksi Regional dan Dukungan GCC

Dalam pidatonya, Raja Hamad memuji solidaritas dan dukungan yang ditunjukkan oleh negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) serta negara-negara sahabat lainnya. Ia menyebutkan bahwa kontak-kontak diplomatik dari negara sahabat telah mempertegas komitmen mereka terhadap stabilitas Bahrain. “Bahrain selalu dan akan tetap menjadi negara damai. Kami tidak pernah mencari permusuhan dan selalu memilih jalur kerja sama serta persaudaraan,” ujarnya.

Berbagai negara GCC—termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab—juga melaporkan serangan rudal dan drone baru pada hari yang sama, menandakan eskalasi ketegangan yang signifikan di wilayah tersebut. Sementara itu, pernyataan dari Masoud Pezeshkian, pejabat tinggi Iran, menyatakan bahwa Iran akan menghentikan serangan kecuali ada serangan yang diluncurkan dari wilayah negara lain ke Iran.

Langkah-Langkah Penanggulangan Bahrain

  • Penguatan pertahanan udara melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Bahrain dan mitra internasional.
  • Peningkatan kesiapsiagaan pasukan darat dan keamanan dalam negeri untuk melindungi warga sipil.
  • Diplomasi intensif dengan negara-negara sahabat untuk memastikan dukungan politik dan ekonomi.

Raja Hamad juga memuji kesiapan, kewaspadaan, dan tanggung jawab nasional yang ditunjukkan oleh Angkatan Bersenjata Bahrain serta lembaga terkait dalam menghadapi serangan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut berhasil menggagalkan upaya mengganggu keamanan negara dan melindungi keselamatan warga serta penduduk negara.

Implikasi Internasional

Serangan Iran yang kini mencakup negara-negara Teluk menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang sudah bergejolak. Para pengamat menilai bahwa tindakan Iran dapat memicu respons militer lebih luas, terutama mengingat keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam serangan balasan sebelumnya. Di sisi lain, dukungan yang ditunjukkan oleh negara-negara GCC menandakan adanya front persatuan yang kuat melawan agresi.

Raja Hamad menutup pidatonya dengan menegaskan komitmen Bahrain untuk tetap mengikuti “jalan kebijaksanaan dan moderasi” serta melanjutkan kewajiban negara terhadap lingkungan Arab dan komunitas internasional. Ia berharap bahwa dialog damai dapat mengembalikan stabilitas dan mengurangi penderitaan rakyat Arab yang terdampak konflik.

Berita lengkap dapat dilihat pada sumber referensi.