Media Kampung – British Film Institute (BFI), lembaga yang dikenal memiliki arsip film terbesar di dunia, baru-baru ini memperluas koleksinya dengan menyertakan berbagai meme internet. Langkah ini menandai pengakuan terhadap pentingnya budaya digital sebagai bagian dari warisan audiovisual masa depan.

BFI kini memiliki arsip video daring yang memuat konten-konten viral dan populer dari dunia maya. Koleksi ini mencakup berbagai jenis konten, mulai dari ASMR, video unboxing, streaming Twitch, hingga tren TikTok. Menurut BFI, video digital yang dibuat untuk distribusi online merupakan bentuk layar yang paling dinamis dan berpengaruh saat ini.

Dalam koleksi yang saat ini memuat sekitar 60 video tersebut, terdapat sejumlah karya klasik internet seperti video “Badgers” dari Weebls Stuff, “Charlie Bit My Finger”, hingga beberapa video terkait dunia gaming. Salah satu video yang menarik perhatian adalah sketsa seorang nenek yang melakukan aksi balas dendam menggunakan permainan Grand Theft Auto dengan meledakkan fasilitas milik British Gas. Video ini dibuat mengikuti gaya “Let’s Play” dan diproduksi oleh pasangan kreatif Dom Moira dan Kieron Roe.

Selain itu, ada juga video yang menampilkan komedian sekaligus streamer Twitch, Limmy, yang berusaha mengucapkan frasa “Purple Burglar Alarm” yang terkenal. Kehadiran wawancara dengan para kreator video ini menambah nilai historis dari koleksi tersebut. Misalnya, diketahui bahwa orang tua dari anak-anak dalam video “Charlie Bit My Finger” pernah dihubungi oleh Dalai Lama, yang menunjukkan dampak budaya luas dari meme tersebut.

BFI menegaskan bahwa pengarsipan ini bukan hanya menyimpan karya besar dalam sejarah, tetapi juga merekam hal-hal kecil dan keseharian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Perbandingan dengan graffiti di Pompeii menunjukkan bahwa humor dan aktivitas sepele di dunia maya sama pentingnya dengan catatan sejarah besar lainnya.

Koleksi ini tidak hanya berisi video hiburan, tapi juga menyertakan konten reflektif berupa esai dan materi lain yang memberikan wawasan lebih dalam tentang fenomena budaya digital. Seluruh koleksi dapat diakses melalui situs resmi BFI, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari dan menghargai perkembangan budaya visual era digital.

Dengan langkah ini, BFI memperlihatkan komitmennya untuk melestarikan segala bentuk ekspresi audiovisual yang mencerminkan kehidupan masa kini, termasuk meme internet yang selama ini dianggap sepele namun memiliki nilai budaya dan sejarah tersendiri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.