Media Kampung – Film thriller Apex Netflix menampilkan Charlize Theron dan Taron Egerton dalam peran utama, serta mengungkap kebiasaan tak biasa yang mereka jalani selama proses produksi.
Film ini menceritakan Sasha, seorang perempuan yang menelusuri hutan belantara Australia setelah kehilangan besar, dan Ben, sosok yang tampak ramah namun berubah menjadi ancaman mematikan.
Syuting dilakukan di wilayah New South Wales, khususnya Blue Mountains, yang menawarkan medan terjal sekaligus pemandangan menakjubkan.
Para pemeran harus menempuh rute pendakian ekstrem, termasuk adegan air yang menguras tenaga, sehingga mereka sering menghabiskan waktu berjam‑jam di lokasi beriklim dingin.
Untuk mengatasi kelelahan, Theron dan Egerton rutin berendam bersama di bak mandi kecil berisi air hangat setelah selesai pengambilan gambar.
“Itu satu‑satunya kemewahan kecil yang kami punya,” ujar Egerton dalam wawancara bersama Theron pada 29 April 2026.
Theron menanggapi dengan menyebutnya sebagai “hot tub kecil” yang membantu mereka pulih sebelum kembali ke adegan berbahaya.
Selama berendam, Theron sering memberikan biltong, camilan khas Afrika Selatan, kepada Egerton untuk menjaga energi tubuh.
“Kami duduk sambil mengunyah biltong untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima,” kata Egerton.
Setelah sesi relaksasi, kedua aktor kembali ke lokasi, di mana Theron menggambarkan proses selanjutnya sebagai “hari biasa di kantor”.
Direktur Baltasar Kormákur menegaskan pentingnya latar Australia, karena medan menjadi karakter sekunder yang tak terpisahkan dari alur cerita.
“Tidak ada negara lain yang dapat menggantikan Australia sebagai lokasi utama kami,” ujarnya dalam konferensi pers.
Promosi film mencapai puncak ketika Theron memanjat billboard raksasa di Times Square, New York, mengenakan pakaian serba putih dan peralatan pengaman.
Langkah ekstrem ini diselaraskan dengan karakter Sasha yang merupakan pemanjat tebing profesional dalam film.
Theron berlatih bersama pendaki profesional Beth Rodden untuk menyiapkan adegan panjat tebing yang realistis.
Ia mengaku sebelumnya tidak memiliki pengalaman memanjat, namun mengandalkan ingatan masa kecil memanjat pohon di Afrika.
Film Apex Netflix dirilis pada 24 April 2026 dan langsung masuk daftar 10 film teratas di Indonesia pada platform streaming.
Menurut data internal Netflix, film tersebut mencatat 38,2 juta tampilan dalam minggu pertama, menempatkannya di peringkat teratas daftar film.
Penonton memuji kombinasi aksi ekstrem, latar alam menakjubkan, serta chemistry antara Theron dan Egerton.
Durasi film mencapai satu jam tiga puluh lima menit, menampilkan ketegangan berkelanjutan hingga klimaks aksi brutal.
Selain Theron dan Egerton, film ini menampilkan Eric Bana sebagai karakter pendukung yang menambah dimensi cerita.
Setelah rilis, film dapat ditonton secara streaming di seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Netflix.
Komunitas film daring mencatat bahwa Apex Netflix menjadi pilihan utama bagi penonton yang mencari hiburan bertema survival dan thriller.
Para kru produksi melaporkan bahwa penggunaan peralatan tahan air dan pemantauan suhu menjadi kunci keberhasilan adegan-adegan di sungai dan danau.
Theron menambahkan bahwa proses syuting menuntut persiapan fisik yang intens, termasuk latihan kebugaran harian.
Egerton menegaskan bahwa kolaborasi dengan Theron menciptakan dinamika kerja yang saling mendukung meski menghadapi tantangan berat.
Komentar kritis media menyoroti keakuratan representasi alam Australia serta keberanian para aktor dalam melakukan aksi tanpa pengganda.
Film ini juga menimbulkan diskusi mengenai peran wanita dalam genre survival, dengan karakter Sasha sebagai sosok kuat yang mandiri.
Saat ini, Apex Netflix tetap berada di posisi teratas dalam kategori film thriller di platform tersebut.
Kondisi terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penonton baru setiap harinya, menandakan film tersebut masih menarik minat penonton setelah peluncuran awal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan