Media Kampung – Letizia Kenisya Rahmania, yang lebih dikenal dengan panggilan Zizi, merupakan remaja inspiratif asal Jakarta yang berhasil mengubah pengalaman pahit sebagai korban perundungan menjadi sebuah gerakan sosial bermakna lewat pendirian Itsme Community. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan mengajak generasi muda untuk mencintai diri sendiri dan merayakan keunikan masing-masing, sekaligus menjauh dari persaingan yang tidak sehat.
Pengalaman Zizi sebagai korban bullying menjadi titik balik yang mendorongnya untuk bangkit dan berkontribusi positif. Alih-alih terpuruk dalam trauma, ia menjadikan masa lalu sebagai motivasi untuk membantu sesama melalui berbagai program yang dijalankan Itsme Community. “Saya bangkit dengan deretan karya dan prestasi. Berkontribusi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar salah satunya melalui Itsme Community,” ujar Zizi.
Itsme Community mengusung sejumlah inisiatif yang fokus pada pengembangan diri, seperti program Itsme Community Peduli, Make It Happy Project, workshop edukasi, serta tantangan 3 Things Challenge yang bertujuan menanamkan disiplin positif dalam kehidupan sehari-hari. Komunitas ini juga mandiri secara finansial dengan mendanai kegiatan sosialnya dari penjualan produk kreatif hasil karya anggota, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
Kedepannya, Itsme Community akan memperluas jangkauan lewat peluncuran merchandise eksklusif bertajuk It’s Me Buddy yang akan dijual melalui Instagram resmi komunitas tersebut. Zizi menegaskan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan merchandise ini akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan sosial dan penguatan komunitas.
Zizi sendiri merupakan sosok muda yang tidak hanya aktif mengelola komunitas, tetapi juga menorehkan prestasi di berbagai bidang. Di usia 17 tahun, ia berhasil meraih posisi 3rd Runner Up Miss Remaja Indonesia 2023 dan penghargaan Outstanding Delegate pada President MUN 2024. Namanya juga sering muncul dalam kompetisi nasional dan internasional yang menunjukkan dedikasi dan semangatnya untuk terus berkembang.
Melalui perjalanan tersebut, Zizi membuktikan bahwa luka masa lalu bukan halangan untuk maju dan berkontribusi. Ia menjadi contoh nyata generasi muda yang percaya diri dan peduli terhadap isu sosial, sekaligus mampu menghasilkan karya yang berdampak positif. Sikapnya yang optimis dan energik menjadi cerminan pentingnya mencintai diri sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan masa kini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan