Media Kampung – Subnautica 2, yang baru saja memasuki masa akses awal, menegaskan bahwa pemain tidak akan bisa membunuh ikan atau makhluk laut secara langsung dalam pembaruan mendatang. Pengembang dari Unknown Worlds menegaskan bahwa tujuan permainan ini adalah untuk bertahan hidup dan hidup berdampingan dengan planet tersebut, bukan untuk menguasainya.
Sejumlah pemain menyampaikan kekecewaan karena tidak bisa menyerang balik makhluk predator laut dengan tujuan membunuh. Namun, pengembang tetap mempertahankan filosofi permainan yang menekankan eksistensi bersama dengan lingkungan laut alien, bukan dominasi. Anthony Gallegos, pimpinan desain gameplay di Unknown Worlds, menjelaskan bahwa pemain hadir untuk ada di planet itu, bukan untuk menjadi penguasa yang menaklukkan segala sesuatu di sekitarnya.
Subnautica 2 memang menyediakan alat untuk melindungi diri dari ancaman makhluk laut, seperti senter api yang dapat mengalihkan perhatian predator dan alat pengambil sumber daya yang juga bisa digunakan untuk mengusir makhluk laut secara paksa. Pemain juga bisa menangkap ikan untuk dimasak atau dijadikan bahan bakar, tapi bukan untuk dibunuh atas kemauan sendiri. Hal ini berbeda dengan pendahulunya, Subnautica 1, yang memungkinkan pemain membunuh ikan menggunakan pisau survival.
Scott MacDonald, produser media kreatif di Unknown Worlds, menjelaskan bahwa pada Subnautica pertama, leviathan—makhluk raksasa laut—diberi nyawa yang sangat besar dengan asumsi pemain tidak akan berusaha membunuhnya. Namun, kenyataannya komunitas pemain justru menjadikan hal itu sebagai tantangan dan mulai membasmi leviathan untuk mendapatkan sumber daya tanpa ancaman. Akibatnya, ketegangan dan elemen bertahan hidup berkurang karena predator yang seharusnya menjadi ancaman menjadi tidak berbahaya lagi.
Gallegos menambahkan bahwa keputusan untuk membatasi kemampuan membunuh ini berdampak besar terhadap pengalaman bermain. Mereka ingin menjaga ketegangan dan rasa hormat terhadap ekosistem dalam permainan. Co-founder Unknown Worlds, Charlie Cleveland, pun merasa sedih melihat bagaimana pemain menggunakan berbagai senjata untuk membunuh makhluk secara berlebihan.
Dengan pendekatan ini, kehadiran leviathan dan makhluk lain yang terus menjadi ancaman menunjukkan bahwa pemain bukan penguasa dunia tersebut, melainkan makhluk yang harus hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar. Filosofi ini juga merupakan inti dari konsep asli Subnautica.
Bagi pemain yang tetap ingin membunuh ikan atau makhluk laut, tersedia modifikasi buatan komunitas yang bisa diunduh secara terpisah, namun ini bukan bagian dari fitur resmi permainan. Pendekatan ini memperkuat identitas Subnautica 2 sebagai game survival yang menekankan kelestarian dan keseimbangan ekosistem, bukan dominasi dan penghancuran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan