Media Kampung – Demigod, sebuah permainan strategi fantasi yang dirilis pada April 2009, menawarkan pengalaman berbeda dengan menggabungkan elemen real-time strategy (RTS) dan role-playing game (RPG). Dalam game ini, pemain mengendalikan satu unit utama, yaitu para demigod, yang bertarung dalam skirmish maupun turnamen untuk merebut posisi Totalgod yang kosong setelah salah satu dewa dihancurkan.
Permainan ini menampilkan delapan karakter demigod dengan kemampuan unik yang terbagi dalam dua kelas utama, Assassins dan Generals. Assassins seperti Rook dan Regulus mengandalkan kekuatan individu dan kemampuan khusus, sedangkan Generals seperti Oak dan Queen of Thorns memimpin pasukan minion dalam pertempuran. Setiap peta dalam permainan dirancang simetris dengan tema yang menarik, seperti air terjun yang indah dan patung-patung raksasa ala Yunani, yang menambah nuansa epik di medan perang.
Demigod menghilangkan aspek pembangunan basis yang umum di game RTS dan menggantinya dengan pengembangan karakter melalui pengalaman dan pohon keterampilan. Pemain dapat membeli perlengkapan dan artefak untuk memperkuat demigod mereka, menjadikan karakter tersebut sebagai pusat strategi sekaligus basis pertahanan. Salah satu karakter ikonik, Rook, misalnya, adalah sosok setengah kastil yang bisa dipasangi archer, menara Tesla, dan trebuchet, menunjukkan perpaduan unik antara kekuatan personal dan pertahanan.
Meski desain karakter yang beragam memberikan keseruan tersendiri, beberapa demigod memerlukan waktu untuk dipahami secara optimal. Seperti Regulus yang awalnya terlihat lemah, ternyata memiliki kemampuan strategis tinggi seperti memasang ranjau dan mendapatkan kemampuan bertambahnya sayap untuk mobilitas ekstra. Demigod juga dipenuhi dengan elemen yang terasa seperti komik superhero, seperti Torch Bearer yang bisa berubah menjadi api sambil berteriak nyaring.
Permainan ini mendukung beberapa mode yang memerlukan taktik berbeda, terutama dalam mengatur serangan langsung maupun pertahanan dengan turret yang dapat diupgrade di citadel. Sayangnya, pertarungan yang berfokus pada penghancuran turret terkadang menjadi monoton dan kalah menarik dibandingkan pertempuran langsung antar demigod dan makhluk raksasa. Minion yang berjalan otomatis di jalur yang telah ditentukan memberikan dinamika tambahan, namun juga bisa membuat pertempuran terasa ramai dan sulit dipantau.
Secara teknis, Demigod menghadapi beberapa kendala, terutama dalam hal jaringan multiplayer yang sering bermasalah. Masalah koneksi pemain dapat mengganggu jalannya pertandingan online, sehingga banyak pemain hanya dapat bertanding melawan AI. Meskipun demikian, pengalaman bermain tetap menyenangkan berkat kombinasi unik antara strategi dan RPG serta karakter dengan kemampuan yang beragam dan penuh warna.
Review ini berdasarkan penilaian dari PC Gamer edisi Juni 2009 yang menyoroti kekuatan utama Demigod dalam desain karakter dan mekanisme permainan yang inovatif. Meskipun masih ada beberapa kekurangan teknis, Demigod menjadi contoh bagaimana genre game strategi dapat disajikan dengan pendekatan segar dan menarik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan