Media Kampung – Steam Controller mendapatkan kemampuan unik untuk ‘menyanyikan’ lagu lengkap menggunakan getaran haptics, termasuk soundtrack dari Wii Store dan lagu populer ‘Still Alive’ dari Portal. Inovasi ini hadir melalui sebuah perangkat lunak bernama SteamHapticsSinger yang memungkinkan pengontrol tersebut mengeluarkan getaran sesuai dengan musik MIDI yang dimasukkan.

SteamHapticsSinger dikembangkan oleh CrazyCritic89 sebagai versi terbaru dari perangkat lunak serupa yang pertama kali dibuat sekitar sepuluh tahun lalu untuk Steam Controller generasi pertama. Versi baru ini membawa perbaikan dan pembaruan agar kompatibel dengan perangkat Steam terbaru, termasuk Steam Deck dan Steam Controller asli.

Pengguna cukup menyeret dan melepaskan file MIDI ke dalam aplikasi untuk mengaktifkan fitur ini. Contohnya, lagu ‘Still Alive’ dari game Portal dapat didengar melalui getaran yang dihasilkan oleh Steam Controller, memberikan pengalaman yang unik dan berbeda dalam menikmati musik. Selain itu, soundtrack dari Wii Store juga berhasil diubah menjadi getaran musik yang terstruktur dengan baik, membuktikan kemampuan aplikasi ini dalam menangani berbagai jenis MIDI.

Meskipun Steam Controller belum mampu benar-benar mereplikasi seluruh lagu dengan sempurna, seperti saat mencoba lagu ‘Never Gonna Give You Up’ yang dikenal sebagai Rick Roll, hasil yang diperoleh tetap mengesankan. Hal ini membuka peluang bagi pengguna untuk bereksperimen dengan berbagai file MIDI dan mencari kombinasi getaran yang paling menarik.

Agar SteamHapticsSinger dapat berfungsi, pengguna perlu menginstal USBDK terlebih dahulu sebagai driver pendukung. Proyek ini juga menginspirasi harapan agar suatu saat nanti dapat menggabungkan banyak Steam Controller untuk menciptakan semacam orkestra getaran yang lebih kompleks dan kaya, meskipun hal ini masih menunggu waktu yang tepat.

Inovasi ini memperlihatkan potensi kreatif dari Steam Controller yang selama ini dikenal sebagai alat kontrol permainan. Dengan kemampuan baru ini, Steam Controller tidak hanya menjadi alat input, tetapi juga media ekspresi seni melalui teknologi haptics.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.