Media Kampung – Film horor Indonesia Ghost in the Cell yang disutradarai oleh Joko Anwar, berhasil meraih dua penghargaan di Sitges Film Festival 2026. Dalam pengumuman yang dilakukan melalui media sosial, Joko Anwar menyampaikan bahwa film ini memenangkan Best Director dan Carnet Jove Jury Award.
Joko Anwar mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian ini, mengingat Sitges International Fantastic Film Festival of Catalonia dikenal sebagai salah satu festival film genre tertua dan paling prestisius di dunia. Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1968 dan merupakan festival yang memenuhi syarat untuk Academy Awards.
“Saya merasa terhormat dapat meraih penghargaan yang sama seperti Park Chan-wook, yang memenangkan Best Director di tahun 2025 untuk film ‘No Other Choice’,” ujar Joko Anwar.
Kemenangan ini merupakan salah satu pencapaian terbaru dalam perjalanan internasional Ghost in the Cell. Sebelumnya, film ini juga mendapat penghargaan Best Picture dalam kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026 yang diadakan di Austin, Texas.
Film ini mengisahkan kehidupan di sebuah penjara yang dikuasai oleh petugas korup dan konflik antara kelompok narapidana. Ketika serangkaian pembunuhan misterius terjadi, para narapidana terpaksa bersatu untuk menghadapi ancaman yang tidak terlihat. Ghost in the Cell memadukan elemen horor, komedi gelap, aksi, dan kritik sosial.
Film ini telah diputar di 22 festival film internasional dan melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin International Film Festival 2026. Di Indonesia, Ghost in the Cell telah tayang di bioskop sejak 16 April 2026. Film ini diproduksi oleh Tia Hasibuan dan rumah produksi Come and See Pictures bersama Rapi Films, Barunson EA, dan Legacy Pictures.












