Media Kampung – Film terbaru Tom Cruise, Digger, menghadapi awal yang kurang menggembirakan di box office. Film garapan sutradara Alejandro G. Inarritu tersebut diproyeksikan hanya mengantongi sekitar Rp179 miliar pada akhir pekan pembukaannya. Angka tersebut menjadi perhatian karena Digger merupakan film ambisius dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai lebih dari Rp2,86 triliun.

Digger juga mencatat sekitar 1,2 juta dollar AS atau Rp21,5 miliar dari penayangan prapemutaran pada Kamis malam. Proyeksi pembukaan film ini kemudian turun jauh dari perkiraan awal yang sempat berada di kisaran 20 juta hingga 30 juta dollar AS.

Terendah dalam Hampir Dua Dekade

Jika proyeksi tersebut bertahan, Digger akan menjadi film Tom Cruise dengan pembukaan domestik terendah sejak Lions for Lambs pada 2007. Film drama politik yang juga dibintangi Robert Redford dan Meryl Streep itu hanya meraih sekitar Rp119,9 miliar, pada pekan pembukaannya. Bedanya, biaya produksi Lions for Lambs saat itu jauh lebih rendah, yakni sekitar 35 juta dollar AS.

Penampilan Tom Cruise Jadi Sorotan

Dalam Digger, Cruise memerankan Digger Rockwell, seorang taipan minyak berkuasa yang menghadapi kekacauan setelah bencana ekologis yang berkaitan dengan tindakannya mengancam masa depan umat manusia. Rockwell, adalah orang paling berkuasa di dunia memulai misi untuk membuktikan bahwa dirinya adalah penyelamat umat manusia, setelah bencana yang dipicunya mengancam menghancurkan segalanya. Selain Cruise, Digger dibintangi Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Huller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons. Film ini mulai dirilis secara internasional pada 30 September 2026 dan tayang di Amerika Utara pada 2 Oktober 2026.

Menariknya, meski performa komersial awalnya mengecewakan, sejumlah kritik tetap menyoroti penampilan Cruise sebagai salah satu kekuatan utama film. Digger sendiri mengambil pendekatan yang jauh berbeda dari film-film aksi Cruise dan lebih condong pada satire tentang kekuasaan, keserakahan, serta krisis lingkungan.